Harga Minyak Menguat pada Akhir Perdagangan, Rebound dari Kerugian Sebelumnya

- Selasa, 23 November 2021 | 10:12 WIB
Ilustrasi kilang minyak (Terry McGraw from Pixabay)
Ilustrasi kilang minyak (Terry McGraw from Pixabay)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Menyusul rebound dari kerugian belakangan ini, harga minyak menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB).

Rebound itu tak lepas dari laporan bahwa OPEC+ dapat menyesuaikan rencana untuk meningkatkan produksi minyak jika negara-negara konsumen besar melepaskan minyak mentah dari cadangan mereka atau jika pandemi virus Covid-19 mengurangi permintaan.

Untuk pengiriman Januari, minyak mentah berjangka Brent naik 81 sen atau 1,0 persen, menjadi menetap di 79,70 dolar per barel.

Kemudian untuk pengiriman Desember, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 81 sen atau 1,0 persen, menjadi ditutup pada 76,75 dolar AS per barel.

Baca Juga: Bayar Toilet di SPBU, Begini 'Sentilan' Erick Thohir untuk Direksi Pertamina

Pada awal perdagangan, harga acuan minyak mentah Brent dan minyak mentah WTI AS turun lebih dari satu dolar AS, mencapai level terendah sejak 1 Oktober.

Pejabat Jepang dan India sedang mencari cara untuk melepaskan cadangan minyak mentah nasional bersama-sama dengan Amerika Serikat dan ekonomi utama lainnya untuk meredam harga.

Rencana tersebut diungkapkan tujuh sumber pemerintah, kepada Reuters.

Pengumuman semacam itu bisa datang paling cepat Selasa, menurut sumber yang mengetahui diskusi tersebut, tetapi pejabat Gedung Putih dan departemen energi AS mengatakan tidak ada keputusan resmi tentang pelepasan cadangan minyak yang dibuat.

Baca Juga: Waktu Optimal Kita Tidur Berpengaruh pada Kesehatan, Begini Penjelasannya

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pupuk Indonesia Go Global Lewat Ekspansi di Dubai

Senin, 31 Oktober 2022 | 20:01 WIB
X