Sosialisasi UU HPP, Menkeu: Indonesia Bisa Minta Negara Lain Tagih Wajib Pajak

- Selasa, 23 November 2021 | 08:36 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. (Humas Setkab / Agung)
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. (Humas Setkab / Agung)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, di dalam Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP), terdapat kebijakan pajak internasional mengenai asistensi penagihan pajak global.

Cara dalam UU HPP ini, kata Menkeu, terbilang efektif untuk meningkatkan pendapatan negara dari perpajakan.

Kebijakan dalam UU HPP, tambah Menkeu, selaras dengan upaya berbagai negara di seluruh dunia dengan bekerja sama untuk memaksimalkan pendapatan negara dengan melakukan penagihan pajak.

“Kami bisa minta negara lain menagihkan pajak kalau kita tahu ini adalah wajib pajak kita atau kita diminta oleh negara lain untuk menagihkan pajak kalau mereka ada di Indonesia,” kata Menkeu dalam Kick Off Sosialisasi UU HPP, Jumat 19 November 2021.

Baca Juga: Kasus DBD Blora Bertambah 33 dalam Sebulan, Warga Diminta Waspada

Langkah tersebut, ujar Sri Mulyani, dilakukan untuk memulihkan ekonomi dan secara bertahap menyehatkan APBN dari dampak pandemi Covid-19.

“Seluruh negara sedang berburu pajak karena semua negara tadi kena Covid-19. Mereka defisitnya naik tinggi sekali. Mereka harus menyehatkan APBN-nya juga. Jadi banyak negara sekarang bekerja sama untuk kita bersama-sama menghilangkan tax evasion atau tax avoidance,” ujarnya lagi.

Pemerintah berwenang melakukan konsensus pemajakan global untuk membentuk dan/atau melaksanakan perjanjian dan/atau kesepakatan di bidang perpajakan dengan pemerintah negara mitra atau yurisdiksi mitra secara bilateral maupun multilateral.

Hal tersebut dilakukan dalam rangka penghindaran pajak berganda dan pencegahan pengelakan pajak; pencegahan penggerusan basis pemajakan dan pergeseran laba; pertukaran informasi perpajakan; bantuan penagihan pajak; dan kerja sama perpajakan lainnya.

Baca Juga: Emas Anjlok Lebih dari 2 Persen di Akhir Perdagangan Tertekan

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Akhir Tahun 2021 di Jateng Alami Inflasi 0,64 Persen

Selasa, 4 Januari 2022 | 14:38 WIB
X