Emas Anjlok Lebih dari 2 Persen di Akhir Perdagangan Tertekan

- Selasa, 23 November 2021 | 08:12 WIB
Emas murni. (Linda Hamilton - Pixabay)
Emas murni. (Linda Hamilton - Pixabay)

CHICAGO, suaramerdeka.com - Penguatan dolar menekan harga emas hingga anjlok lebih dari dua persen pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB),

Untuk pengiriman Desember, kontrak emas paling aktif di divisi Comex New York Exchange, turun tajam 45,3 dolar AS atau 2,45 persen menjadi ditutup pada 1.806,30 dolar AS per ounce.

Di pasar spot, emas juga jatuh 2,1 persen, menjadi diperdagangkan di 1.805,30 dolar AS per ounce pada pukul 19.00 GMT, terendah sejak 5 November.

Akhir pekan lalu, Jumat 19 November 2021, emas berjangka juga terpangkas 9,8 dolar AS atau 0,53 persen menjadi 1.851,60 dolar AS per ounce, setelah jatuh 8,8 dolar AS atau 0,47 persen menjadi 1.861,40 dolar AS.

Baca Juga: Kelinci Hewan Rentan, Perlu Perhatian Ekstra dalam Pemeliharaannya

"Emas dijual karena anggapan bahwa mungkin The Fed akan mempertahankan jalur kebijakan moneternya saat ini sebagai lawan dari nominasi Lael Brainard," kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, menambahkan bahwa Brainard akan dianggap membuka jalan untuk lebih kebijakan dovish.

Penguatan dolar tak lepas usai Ketua Federal Reserve Jerome Powell dinominasikan untuk masa jabatan kedua, mendorong ekspektasi bahwa bank sentral dapat tetap berada di jalur pengurangan dukungan ekonomi.

"Ini hanya reaksi spontan dari pasar emas," kata Wyckoff, dengan dolar menguat ke level tertinggi sejak Juli tahun lalu.

Pencalonan kembali Powell juga menyebabkan lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Baca Juga: Erick Thohir Sebut Pakai Toilet SPBU Harusnya Gratis, Netizen: Terima Kasih Sudah Menyuarakan Pak

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X