UMP Jabar Tahun 2022 Naik Rp 31 Ribu, Buruh dan Pengusaha Diminta Memahami

- Minggu, 21 November 2021 | 12:46 WIB
Sekda Setiawan Wangsaatmaja didampingi Kadisnaker Rahmat Taufik Garsadi, umumkan kenaikan UMP Jabar. (suaramerdeka.com/Dok)
Sekda Setiawan Wangsaatmaja didampingi Kadisnaker Rahmat Taufik Garsadi, umumkan kenaikan UMP Jabar. (suaramerdeka.com/Dok)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Pemprov Jabar menetapkan upah minimum provinsi (UMP) 2022 di wilayahnya mengalami kenaikan 1,72 persen.

Besaran kenaikannya adalah Rp 31.135,95 dibandingkan kebijakan serupa pada tahun lalu.

Dengan demikian, UMP yang mulai diberlakukan tahun depan sebesar Rp 1.841.487,31 seperti diumumkan pada Sabtu malam 20 November 2021.

Baca Juga: Kemenag Selenggarakan Program Persiapan Studi Lanjut (PPSL) Luar Negeri

Baca Juga: Presiden Jokowi Ucapkan Belasungkawa Meninggalnya Verawaty Fajrin, Almarhumah Harumkan Nama Baik Indonesia

Baik pengusaha maupun buruh diminta bisa memahami langkah tersebut.

Menurut Sekda Setiawan Wangsaatmaja didampingi Kadisnaker Rahmat Taufik Garsadi, angka tersebut merupakan jalan tengah sehingga diharapkan bisa mengakomodir kepentingan buruh dan pengusaha.

"Kita harap bisa segera dilaksanakan. Itu ada konsekwensinya. Kami paham situasi (yang dihadapi buruh) tapi situasi perekonomian masih sulit karena pandemi Covid-19, untuk tumbuh pun perlu waktu sehingga ini diharapkan jadi win-win solution," jelasnya.

Keputusan tersebut tak terlepas dari hasil rapat Dewan Pengupahan Provinsi (Deperprov) Jabar pada Senin 15 November 2021. Rapat tersebut tidak dihadiri unsur serikat buruh dan pekerja.

Baca Juga: Dukung Kegiatan New Normal di Kawasan Pariwisata, ITS Kembangkan Sistem Pengendalian Prokes Berbasis AI

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Akhir Tahun 2021 di Jateng Alami Inflasi 0,64 Persen

Selasa, 4 Januari 2022 | 14:38 WIB
X