Petani Kopi Butuh Fasilitasi Pembiayaan

- Kamis, 10 Juni 2021 | 16:45 WIB
Klaster Kopi Wonosobo menggelar sarasehan di area kebun LMDH Argo Mulyo, Bukit Setalang, Desa Tambi Kecamatan Kejajar, Kamis (10/6). SM/Dok
Klaster Kopi Wonosobo menggelar sarasehan di area kebun LMDH Argo Mulyo, Bukit Setalang, Desa Tambi Kecamatan Kejajar, Kamis (10/6). SM/Dok

Harga kopi asal Indonesia diakui Muhail cukup tinggi di pasar dunia, sehingga amat sayang apabila Wonosobo tidak mengoptimalkan potensi yang dimiliki.

Baca Juga: Pemerintah Siap Bantu Fasilitasi Isolasi Mandiri daerah

“Di ibukota pun nama kopi asal Wonosobo tidak kalah dengan produk kopi dari berbagai daerah lain di Indonesia,” lanjutnya.

Menanggapi adanya inisiatif dari Klaster Kopi Wonosobo, Bupati Afif Nurhidayat memberikan apresiasi. Menurut Afif, inisiatif tersebut sangat bagus, mengingat para petani akan diajak untuk mengolah hasil pertanian secara benar sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan bersama.

“Karena disini petani tidak hanya mengolah tanaman kopi sampai panen akan tetapi bahkan sampai pada tahapan kopi siap untuk disedu di depan konsumen,” tutur Bupati.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Sandi Uno: Pertahankan Lapangan Kerja

Rabu, 6 Oktober 2021 | 16:12 WIB

Hastag Local Pride naikan Brand Lokal Indonesia

Senin, 4 Oktober 2021 | 20:08 WIB
X