Pemerintah Dukung Pengembangan Teknologi Ekonomi Digital di Wilayah Timur Indonesia

- Sabtu, 20 November 2021 | 15:18 WIB
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto. (ekon.go.id)
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto. (ekon.go.id)


JAKARTA, suaramerdeka.com - Adopsi teknologi ini menjadi kunci utama dalam menopang proses transformasi digital yang berjalan sangat dinamis.

Pemanfaatan teknologi juga dilakukan untuk menciptakan efisiensi di berbagai aspek kehidupan, sosial budaya dan ekonomi masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto salah satu sektor ekonomi digital yang berkembang pesat dan sangat dinamis adalah Layanan Transportasi dan Pengiriman Makanan (ride hailing).

Baca Juga: Ada Hari Anak Internasional dan Hari Anak Sedunia, Apa Bedanya?

Ride hailing menjadi enabler aktivitas ekonomi digital, dan di masa pandemi menjadi penolong dengan menghadirkan beragam layanan untuk masyarakat serta memberikan solusi bagi penciptaan lapangan kerja, meningkatkan inklusi keuangan, serta menunjang peningkatan aktivitas ekonomi.

Sepanjang tahun 2020 sampai paruh pertama tahun 2021, di Indonesia terdapat sekitar 21 juta konsumen digital baru. Dari jumlah tersebut 72% berasal dari area non-metropolitan. Ini artinya di wilayah tier 2 dan 3, penetrasi digital terus tumbuh dan bahkan berlanjut di tengah pandemi,

Baca Juga: Daihatsu Indonesia Masters 2021, Indonesia Hanya Kirim Satu Wakil di Semifinal

"Saya berharap Grab dapat terus mengambil peran dengan menghadirkan berbagai solusi dalam mendukung pengembangan ekonomi digital, khususnya di wilayah timur Indonesia, antara lain mendorong peningkatan kontribusi para pelaku UMKM dalam ekonomi digital, meningkatkan keterampilan dan literasi digital, fasilitasi layanan digital, serta meningkatkan partisipasi pelaku usaha di sektor informal,” ujar Menko Airlangga pada saat memberikan keynote speech secara virtual dalam acara peluncuran riset yang bertajuk “Dampak Grab pada Perekonomian dan Sosial Budaya di Kupang dan Jayapura”, Jumat, 19 November 2021.

Seiring dengan perkembangan teknologi digital, muncul sejumlah risiko dan tantangan, seperti penyediaan infrastruktur fisik dan digital.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Transaksi UMKM Jateng Naik 1,5 Kali Lipat

Kamis, 9 Desember 2021 | 20:23 WIB

14 Pilihan Sistem Akuntansi Terbaik untuk Bisnis

Selasa, 7 Desember 2021 | 18:29 WIB

Faskes di Tanah Air Bisa Bersaing dengan Negara Maju

Kamis, 25 November 2021 | 14:25 WIB
X