Timbulan FLW di Indonesia Capai 23-48 Juta Ton/Tahun

- Kamis, 10 Juni 2021 | 12:29 WIB
Kementrian Bappenas. (pikiran rakyat)
Kementrian Bappenas. (pikiran rakyat)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bersama Waste4Change dan didukung oleh World Resources Institute (WRI) Indonesia serta United Kingdom Foreign, Commonwealth, and Development Office (UKFCDO) mengumumkan secara resmi hasil studi komprehensif terkait food loss & waste (FLW) di Indonesia.

Hasil kajian menunjukkan timbulan FLW yang dihasilkan menyebabkan kerugian sebesar Rp 213-551 triliun/tahun atau setara dengan empat hingga lima persen PDB Indonesia per tahun.

Hasil studi menunjukkan timbulan FLW di Indonesia selama 20 tahun (2000-2019) mencapai 23-48 juta ton/tahun atau setara dengan 115-184 kg/kapita/tahun.

Baca Juga: Menanti Gebrakan Angger Juwono dalam Menyelamatkan Jiwasraya

Selama periode yang sama, timbulan ini juga menghasilkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 1.702,9 Megaton CO2-ekuivalen atau setara dengan 7,29% rata-rata emisi GRK Indonesia per tahun.

Sedangkan dari sisi sosial, kehilangan kandungan energi yang hilang akibat food loss and waste diperkirakan setara dengan porsi makan 61 juta - 125 juta orang per tahun.

Data juga menunjukkan bahwa timbulan FLW didominasi oleh jenis padi-padian (beras, jagung, gandum, dan produk terkait).

Baca Juga: Penjualan Properti di Masa Pandemi Meningkat

Sementara jenis pangan yang prosesnya paling tidak efisien adalah sayur-sayuran, di mana kehilangannya mencapai 62,8 persen dari seluruh suplai domestik sayur-sayuran yang ada di Indonesia.

"Dengan menyajikan sejumlah hasil analisis yang bersifat evidence-based, diharapkan Kajian Food Loss and Waste di Indonesia ini dapat menjadi pedoman dan referensi bagi para pengambil kebijakan, sehingga implementasi pembangunan rendah karbon di Indonesia dapat memenuhi target yang telah ditetapkan," ujar Suharso Monoarfa, Menteri PPN/Kepala Bappenas. Suharso Monoarfa juga menekankan pentingnya kolaborasi dan mengajak seluruh pihak untuk berkontribusi pada pengelolaan FLW yang lebih berkelanjutan sesuai kapasitas dan perannya masing-masing.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Prospek Bisnis Antam Dapat Dongkrak Harga Saham

Jumat, 30 Juli 2021 | 14:05 WIB

Hettich dan Dastor Resmi Memulai Kemitraan

Jumat, 30 Juli 2021 | 10:15 WIB
X