Menanti Gebrakan Angger Juwono dalam Menyelamatkan Jiwasraya

- Kamis, 10 Juni 2021 | 11:23 WIB
Angger Yuwono. (istimewa) (Wahyu Atmaji)
Angger Yuwono. (istimewa) (Wahyu Atmaji)

Sebab return yang dihasilkan Jiwasraya Saving Plan saja lebih besar dibandingkan tingkat bunga deposito, bond yield dan lainnya.

Akar masalah utama memang terletak pada produk tradisional dengan skema garansi tinggi jangka panjang, serta produk Saving Plan dengan guaranteed rate di atas suku bunga perbankan.

Situasi tersebut diperparah dengan investasi yang bersifat high risk dan return financial instrument yang berpengaruh terhadap menurunnya tingkat kepercayaan pemegang polis.

Itu kemudian menyebabkan harga financial instrument dan likuiditas pasar turun, sehingga pencairan investasi bermasalah.

Akibatnya, penundaan pembayaran polis jatuh tempo serta adanya potensi operasional perusahaan akan selalu merugi di tahun-tahun berikutnya.

Bagi Ipang mengelola uang nasabah harus menerapkan prinsip hati-hati dalam berinvestasi.

Harus berpikir dua kali melakukan investasi pada high risk asset untuk mengejar high return.

Saat ini tekanan likuiditas dari produk Savings Plan Jiwasraya masih berdampak terhadap penurunan kepercayaan nasabah yang menyebabkan merosotnya penjualan.

Jiwasraya juga tidak memiliki backup asset yang cukup untuk memenuhi kewajiban sehingga terjadi kasus gagal bayar.

Sementara melemahnya solvabilitas tercermin dalam nilai aset Jiwasraya yang tidak sesuai dengan nilai pasar.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hyundai Optimistis Creta Bisa Merajai Segmen SUV

Rabu, 1 Desember 2021 | 19:52 WIB
X