Siklus Belanja Daring Meninkat, Usaha Logistik Pergudangan Menjanjikan

- Rabu, 9 Juni 2021 | 18:51 WIB
GudangPintar.id berfungsi sebagai tempat penyimpanan, pengemasan, dan pengiriman produk sehingga memudahkan penjual daring
GudangPintar.id berfungsi sebagai tempat penyimpanan, pengemasan, dan pengiriman produk sehingga memudahkan penjual daring

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Laju pertumbuhan lapangan usaha transportasi dan pergudangan pada triwulan IV tahun 2020 sebagaimana data yang dilansir BPS, mencatat adanya kenaikan hingga 13,42 persen.

Data ini berbanding lurus dengan kenaikan transaksi e-commerce yang dirilis oleh Kemenkominfo yakni sebesar 26,9 persen.

Baca Juga: Tidak Shalat Masuk Golongan Kafir, Ini Dasar Hukumnya

Salah satu faktor pertumbuhan ini terjadi akibat dampak pandemi Covid-19 yang merubah pola transaksi masyarakat ke sistem online dan cashless.

PT Kioson Komersial Indonesia melalui inovasi terbarunya GudangPintar.id, membidik logistik pergudangan sebagai salah satu strategi dalam mengakomodir kebutuhan transaksi e-commerce dengan meresmikan fulfillment centre di Bantul.

GudangPintar.id ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan, pengemasan, dan pengiriman produk sehingga memudahkan penjual daring dalam mengelola stok dan pengiriman produk.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Dispendukcapil Bangkalan Tutup Sementara Perekaman KTP Elektronik

"Kami yakin inovasi ini dapat membuka akses penjual daring dan konsumen menjadi lebih mudah," kata Direktur Utama PT Kioson Komersial Indonesia, Reginald Trisna.

GudangPintar.id merupakan inisiasi perusahaan untuk memenuhi celah siklus belanja daring mulai dari logistik hingga pengemasan. Pembangunan fulfillment centre di Bantul tersebut adalah yang pertama dan akan tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Pemilihan Yogyakarta sebagai lokasi debut karena wilayah ini memiliki perilaku e-commerce terbesar di Indonesia dengan persentase 27 persen. Hal ini didukung upaya pemerintah daerah dan regulator keuangan untuk masyarakat secara aktif menghadapi transisi dari offline ke online.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

X