PGN Resmikan Jumperline Tambak Lorok Semarang 

- Rabu, 9 Juni 2021 | 17:24 WIB
PGN Resmikan Jumperline Tambak Lorok Semarang. Foto: suaramerdeka.com /dokumentasi PGN
PGN Resmikan Jumperline Tambak Lorok Semarang. Foto: suaramerdeka.com /dokumentasi PGN

SEMARANG, suaramerdeka.com - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) meresmikan Jumperline Tambak Lorok guna memenuhi demand gas Jawa Tengah yang cukup besar. 

Direktur Utama PGN, M. Haryo Yunianto mengatakan jumperline atau pipa jumper sepanjang 50 meter dari Pipa Transmisi Offshore KJG hingga Pipa Interkoneksi Tambak Rejo Tambak Lorok (TRTL) ini akan mengalirkan gas dari Lapangan Kepodang dengan estimasi gas sekitar 10-20 BBTUD. 

“Adanya jumperline pipa dapat meningkatkan kehandalan dan fleksibilitas infrastruktur termasuk memudahkan PGN untuk memperluas jangkauan pemanfaatan gas bumi ke seluruh sektor selain sektor kelistrikan seperti ke sektor industri, komersial, rumah tangga, dan transportasi di Jawa Tengah," katanya, Rabu 9 Juni 2021. 

Baca Juga: Survei Toleransi dan Radikalisme di Jabar, di Tingkat Pergaulan Akur Soal Figur Pilih Bertempur

Haryo menuturkan Jumperline ini juga sangat strategis bagi kehandalan pasokan gas multi source dan optimalisasi pemanfaatan gas domestik khususnya di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. 

Direktur Sales dan Operasi PGN Faris Aziz menambahkan, pipa jumper juga dapat menyalurkan gas dari Lapangan Kepodang ke mother station CNG Semarang yang dapat dimanfaatkan untuk melayani pelanggan diluar jangkauan pipa. 

PGN bersama Pertagas Niaga akan berniaga gas melalui Mother Station sebesar ± 3 BBTUD untuk menjangkau wilayah-wilayah baru untuk menumbuhkan titik-titik ekonomi baru di Jawa Tengah dan sekitarnya.

“Aemand gas di wilayah Semarang sangat potensial sehingga adanya pipa jumper dapat memenuhi kebutuhan gas di Tambak Aji. Selain itu, gas dapat disalurkan ke SPBG Kaligawe sekitar 1 (satu) BBTUD, di mana 70 persen untuk armada Trans Semarang kurang lebih 200 unit dan 30 persen untuk retail,” jelasnya. 

Baca Juga: Cegah Covid-19 Meluas, Desa Batas Kudus Didesinfektan

Sementara itu Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Achmad Muchtasyar mengatakan hingga saat ini, PGN telah melayani 14 pelanggan komersial industri, 6 pelanggan kecil UMKM, dan 13.700 pelanggan rumah tangga di wilayah Jawa Tengah dengan total penyaluran gasnya sekitar 17 BBTUD. 

“Optimalisasi infrastruktur distribusi gas bumi untuk memenuhi kebutuhan energi diharapkan bisa berdampak positif bagi kemajuan perekonomian Jawa Tengah. Mengingat dalam waktu dekat tengah menyiapkan uji komersial untuk pengoperasian pipa transmisi gas bumi Gresik - Semarang sepanjang 268 Km,” ujarnya.*

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Rumah juga Perlu Asuransi, Ayo Kenali Manfaatnya

Rabu, 22 September 2021 | 21:53 WIB

Pandemi, Pertumbuhan Investor Justru Makin Bersemi

Jumat, 17 September 2021 | 15:21 WIB

13 Green Energy Station Hadir di Jawa Tengah DIY

Selasa, 14 September 2021 | 14:26 WIB
X