Bonsai, antara Katarsis dan Prospek Bisnis

- Rabu, 9 Juni 2021 | 15:55 WIB
PAMERAN BONSAI: Seorang pengunjung mengamati tanaman bonsai yang dipamerkan di Balkondes Tuksongo. (suaramerdeka.com/Asef Amani)
PAMERAN BONSAI: Seorang pengunjung mengamati tanaman bonsai yang dipamerkan di Balkondes Tuksongo. (suaramerdeka.com/Asef Amani)

Namun, perlu diingat dalam kompetisi bonsai bukan hanya karakter pebonsai yang dinilai, melainkan pohon juga ikut dinilai.

"Bonsai itu 50 persen keinginan seniman, 50 persen keinginan pohon. Kita tidak bisa egois seperti pelukis, mau gambar genderuwo, demit, atau cacing. Ketika kita ingin belokkan cabang ke salah satu arah tapi batangnya tua, patah. Pingin akarnya yang di atas, mati. Harus tahu keinginan pohon dan senimannya," tandas Andritopo.

Ia lantas membeberkan proses penilaian bonsai dalam dua kelas, kelas prospek dan lanjutan. Dalam kelas prospek, bonsai dinilai dari gerak dasar pohon dan konsep.

Gerak dasar meliputi bentuk akar, arah batang, dan besar kecilnya dalam anatomi pohon. Sedangkan konsep dilihat keinginan si seniman.

Baca Juga: Tidak Shalat Masuk Golongan Kafir, Ini Dasar Hukumnya

"Dalam kelas lanjutan, yang saya nilai mulai dari akar, batang, cabang, dan perantingan. Bonsai yang sudah perantingan belum tentu menang, bisa jadi angkanya tinggi yang belum ada ranting. Jadi kita menilai prosesnya," sambungnya.

Bagi para pemula, Andritopo memberikan tips menekuni kegiatan bonsai. Menurutnya, pemula bisa mulai belajar aliran dan gerak dalam bonsai. Setelah khatam, belajar lima gaya dasar bonsai, yakni formal (pohon tegak), informal (pohon tegak berliku), cascade (pohon menggantung) dan semi cascade (pohon setengah menggantung) dan slanting (pohon miring).

"Setelah lima gaya dasar dibuat, apapun hasilnya buatlah bonsai sekecil mungkin. Ketika bisa membuat bonsai kecil, membuat bonsai besar jauh lebih mudah," pungkasnya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pandemi, Pertumbuhan Investor Justru Makin Bersemi

Jumat, 17 September 2021 | 15:21 WIB

13 Green Energy Station Hadir di Jawa Tengah DIY

Selasa, 14 September 2021 | 14:26 WIB

HUT ke-52, Bank Bapas 69 Luncurkan Mobil Kas Keliling

Jumat, 10 September 2021 | 16:04 WIB
X