Akseleran Catat Rekor Penyaluran Pinjaman Usaha pada Maret 2021

- Rabu, 9 Juni 2021 | 11:17 WIB
CEO Akselaran Ivan Tambunan. (suaramerdeka.com / dok)
CEO Akselaran Ivan Tambunan. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Perusahaan penyelenggara layanan teknologi keuangan berbasis Peer-to-Peer (P2P) Lending Akseleran sukses mencatat rekor penyaluran pinjaman usaha di sepanjang Mei 2021 yaitu sebesar lebih dari Rp 140 miliar.

Bahkan, pencapaian di Mei tahun ini, sekaligus melampaui rekor Akseleran sebelumnya pada bulan April 2021 yang mencapai sebesar Rp126 miliar atau jauh di atas rekor tahun 2020 yang sempat menembus sebesar Rp120 miliar pada bulan November.

Ivan Tambunan, CEO & Co-Founder Akseleran, mengatakan bahwa sejak Januari 2021 kinerja penyaluran pinjaman usaha Akseleran sudah melampaui rata-rata bulanan yang ada dan terus menunjukkan konsistensinya untuk tetap bertumbuh hingga periode Mei tahun ini.

Baca Juga: Kopnuspos Perluas Jaringan, Buka Cabang di Semarang

“Di satu sisi Ramadan memberikan berkah bagi kami karena adanya peningkatan kebutuhan dari para pelaku usaha dan masyarakat selaku peminjam (borrower)."

"Di sisi lain, kegiatan ekonomi  juga turut meningkat apalagi di masa menyambut Lebaran kemarin tingkat konsumsi masyarakat bertambah dan kebutuhan modal kerja usaha pasti ikut naik,” kata Ivan di Jakarta, Senin (7/6/2021).

Menurut Ivan, pertumbuhan Akseleran yang terus terjadi hingga menjelang akhir kuartal kedua tahun ini didorong oleh UMKM yang membutuhkan modal kerja usaha dengan produk pinjaman invoice financing yang lebih banyak dan yang sedang berusaha meningkatkan pelayanannya.

Utamanya, pada industri yang terkait langsung dengan bulan Ramadan. Secara kumulatif, dia menjelaskan, Akseleran sudah menyalurkan total pinjaman usaha sebesar lebih dari Rp2,5 triliun kepada 2.500 lebih peminjam hingga akhir Mei 2021.

Baca Juga: Lapak Ganjar Beri Manfaat Sampai ke Jawa Barat

“Selama lima bulan terakhir di tahun ini tercatat Akseleran tumbuh hingga 97 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2020."

Pertumbuhan dari sisi penyaluran pinjaman usaha juga sejalan dengan semakin membaiknya rasio kredit macet (NPL) Akseleran dengan secara kumulatif berada di angka 0,12 persen dari total penyaluran pinjaman."

"Sejauh ini, untuk menjaga rasio kredit macet tetap rendah, Akseleran masih mengedepankan produk pinjaman invoice financing yang mendominasi hingga 70 persen dan selebihnya menggunakan produk pra invoice financing,” ungkap Ivan.

Selain itu, dia menerangkan, lima sektor usaha terbesar yang difasilitasi oleh Akseleran saat ini adalah berasal dari sektor engineering/construction dan menyusul berikutnya terbagi merata dari business & consumer services, coal & related energy, retail (online) dan oil & gas.

“Tumbuhnya Akseleran didukung oleh 150 ribu lebih pemberi pinjaman (lender) perorangan yang tersebar dari Aceh hingga Papua dan lebih dari 15 institusi lender yang kami miliki. Semua pencapaian ini membuat kami tetap optimistis dapat menyalurkan total pinjaman usaha sebesar Rp2 triliun di akhir tahun 2021,” tambah Ivan.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPR Danamon Raih Properti Indonesia Award 2021

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 19:12 WIB

Pinjol Ilegal Mainkan Psikologi Nasabah

Kamis, 14 Oktober 2021 | 20:31 WIB

Berani Investasi di Pasar Modal/Keuangan?

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:13 WIB
X