Ingin Buka Lapangan Pekerjaaan Seluas-luasnya di Indonesia, Jokowi Stop Ekspor Nikel

- Jumat, 19 November 2021 | 12:08 WIB
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) (Dok. Presidenri.go.id)
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) (Dok. Presidenri.go.id)




JAKARTA, suaramerdeka.com - Presiden Jokowi mengeluarkan kebijakan larangan ekspor mentah ke luar negeri.

Kebijakan itu disampaikan pada pidato kunci presiden RI pada Kompas 100 CEO forum yang disiarkan melalui YouTube sekretariat presiden, Kamis 18 November 2021.

Sebelumnya Jokowi telah menyampaikan pada forum G20, bahwa banyak negara- negara yang mempertanyakan ekspor Nikel yang distop dari Indonesia

Baca Juga: Nirina Walk Out Wawancara, TV One Klarifikasi: Tidak Ada Kesengajaan Menjebak

“Kalau sudah stop Nikel, kita stop. Meskipun kita dibawa ke WTO (World Trade Organization) ya silahkan ngga papa. Nikel kita kok, dari bumi negara kita kok. Memang waktu G20 banyak negara-negara yang menyampaikan kepada saya mengenai Nikel itu," ungkap Jokowi dalam pidatonya.

Menurutnya Nikel menjadi sumber lapangan pekerjaan Indonesia yang luas.

“Kita ingin membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya di Indonesia kalau saya buka nikel ore dan saya kirim dari Indonesia ke eropa, negara-negara lain yang buka lapangan kerja mereka dong, kita ngga dapet apa-apa. Tapi kalau mau kerja sama ayo, kita terbuka, kita ngga menutup diri. Tapi kalau suruh kirim bahan mentah terus. Nggak, stop. Jangan berpikir Indonesia kirim bahan mentah (Nikel)," tegas Jokowi.

Perlahan tahun depan Jokowi akan menstop Bauksit dan Tembaga. Sehingga bisa membuka lapangan kerja industrialisasi. Menurutnya ini bisa menjadi nilai tambah (edit value).

Baca Juga: Datangi Pengunjuk Rasa HAM Meski Ditolak, Ini Alasan Moeldoko

“Tahun depan mungkin bisa stop Bauksit sehingga kita bisa membuka lapangan pekerjaan industrialisasi di negara kita. Tahun depannya lagi stop Tembaga di Gresik hampir selesai. Kenapa kita lakukan ini? Karena kita ingin nilai tambah, kita ingin ciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya dan itu mulai disadari oleh negara lain dan mereka mau tidak mau harus investasi di Indonesia atau berpatner dengan kita swasta atau melalui BUMN," ucap Jokowi.

Bahan Nikel Ore diketahui jika menjadi besi baja nilai tambahnya bisa mencapai 10 kali lipat.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Akhir Tahun 2021 di Jateng Alami Inflasi 0,64 Persen

Selasa, 4 Januari 2022 | 14:38 WIB
X