Pagu indikatif Kementan Tahun 2022 sebesar Rp 14,51 triliun, Anggota DPR Menyayangkan

- Selasa, 8 Juni 2021 | 12:00 WIB
Lahan pertanian. (suaramerdeka.com / dok)
Lahan pertanian. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pagu indikatif untuk Kementerian Pertanian (Kementan) pada tahun 2022 sebesar Rp14,51 triliun disayangkan Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin.

Pagu indikatif ini berdasarkan surat bersama pagu indikatif Nomor S-361/MK.02/2021 dan nomor B.238/M.PPN/D.8/PP/04.02/04/2021.

"Mestinya anggaran Kementan tetap di atas Rp30 triliun seperti 10 tahun terakhir sebelum tahun 2020. Anggaran Kementan pernah mencapai antara Rp32 tiliun hingga Rp33 triliun, itu belum subsidi pupuk yang angkanya bisa lebih besar.”

Mengingat sektor ini sangat produktif meski dalam kondisi pandemi termasuk dalam sejarah Indonesia, ketika krisis pun sektor pertanian sangat bertahan," kata Akmal dalam berita rilisnya.

Baca Juga: Ketua DPRD Kota Semarang Dukung Gerakan Selasa Naik Angkutan Umum, Ini Buktinya

Politisi Fraksi PKS ini mengingatkan pemerintah bahwa negara ini pernah mengalami krisis moneter yang kemudian sangat mempengaruhi perekonomian Indonesia.

Inflasi terjadi cepat, pesat dan tinggi. Pengangguran mendadak besar karena banyak sektor usaha terpukul dan terpuruk jatuh.

Ia mencontohkan krisis moneter 1997-1998 yang menyisakan catatan relatif bertahannya sektor pertanian dan bahkan menampung kembali tenaga-tenaga kerja yang kehilangan pekerjaan di perkotaan.

Baca Juga: Wali Kota Pontianak Tanggapi Video Viral Aksi Satpol PP Merusak Ukulele

Ia menyebut, di saat pandemi yang juga memukul berbagai sektor usaha pun, ada  peran sektor pertanian sebagai setor penyangga (buffer sector) di masa krisis.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jelang PON, Stok Ikan dan Daging di Merauke Mencukupi

Rabu, 29 September 2021 | 08:24 WIB

Go Digital, Milenial Bisa Selamatkan UMKM

Selasa, 28 September 2021 | 14:31 WIB

Terhimpit Pandemi, Capaian Pajak Hiburan di Sleman Rendah

Selasa, 28 September 2021 | 14:13 WIB

Harga Telur Anjlok, Peternak Sebut Ada 3 Faktor Penyebab

Senin, 27 September 2021 | 16:00 WIB
X