Ekonomi Syariah Tumbuh Stagnan Lima Persen

- Senin, 7 Juni 2021 | 08:25 WIB
Ekonomi Syariah. (pikiran rakyat)  (Murdiyat Moko)
Ekonomi Syariah. (pikiran rakyat) (Murdiyat Moko)

JAKARTA, suaramerdeka.com  - Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia sudah berusia 30 tahun, namun dengan usia itu, pertumbuhan pangsa pasarnya tetap tidak melebihi lima persen.

Pertumbuhan ekonomi syariah seolah berhenti di titik itu.

‘’Kita perlu mencari jalan keluar untuk memaksimalkan sehingga melebihi lima persen,” kata Wakil Sekretaris Pleno Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI KH Cholil Nafis dalam kegiatan HalalbiHalal DSN MUI bersama Direksi BPR Syariah secara virtual, baru-baru ini.

Baca Juga: Kartu Prakerja Gelombang 17 untuk Pulihkan Status Kepesertaan Penerima Bantuan yang Dicabut

Menurut Kiai Cholil, teori-teori di dalam ekonomi syariah menyebutkan bahwa peluang akan sangat baik.

Namun realisasi dengan angka perkembangan hanya lima persen, membuktikan ada jarak antara teori dengan praktik di lapangan.

“Kita perlu membumikan ekonomi syariah. Jangan sampai kita mendistorsi karena kita tidak mampu mengimplementasikan,’’ kata Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah itu.

Baca Juga: Maksimalkan Promosi Produk IKM/UMKM Grobogan dengan Aplikasi Dalmadi Center

BPR Syariah berperan penting karena posisinya yang sangat dekat dengan masyarakat sehingga akses masyarakat menuju BPR Syariah sangat mudah.

Karenanya, lajut Kiai Cholil, dengan potensi seperti ini sudah selayaknya semua potensi itu dimaksimalkan.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X