Dolar AS Turun dari Level Tertinggi 16 Bulan, Investor Selesaikan Peluang Pengetatan Bank Sentral

- Kamis, 18 November 2021 | 09:24 WIB
Dollar. (Pixabay)
Dollar. (Pixabay)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Setelah investor menyesuaikan peluang pengetatan bank sentral, dolar AS turun dari level tertinggi baru 16-bulan pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), sementara euro tetap melemah.

Penurunan dolar itu juga terjadi di tengah meningkatnya tekanan harga, dengan Federal Reserve AS diperkirakan menaikkan suku bunga pada pertengahan 2022.

Ada penurunan indeks dolar, yang mengukur mata uang AS terhadap sekeranjang enam mata uang utama rivalnya, sebesar 0,101 persen menjadi 95,846, setelah sebelumnya menyentuh 96,266 untuk pertama kalinya sejak pertengahan Juli 2020.

Dibandingkan yen, greenback mencapai level tertinggi 4,5 tahun dan menguji level 1,12 dolar terhadap euro, dibantu oleh data penjualan ritel AS yang kuat dan komentar hawkish dari pembuat kebijakan Fed, yang kontras dengan komentar dovish dari kepala Bank Sentral Eropa (ECB).

Baca Juga: Pemulihan Ekonomi Kuartal IV Diperkirakan Meningkat Cukup Kuat, Menkeu Sebut Indikator Penunjang

“Pasar sekarang mulai memahami bahwa Anda akan memiliki tema-tema yang berbeda di valas,” kata Edward Moya, analis pasar senior di broker valas Oanda.

Diperkirakan, pasar uang kemungkinan besar menaikkan suku bunga Fed pada Juni, diikuti yang lain pada November.

Data CME menunjukkan kemungkinan 50 persen kenaikan suku bunga 25 basis poin pada Juli 2022.

“Pasar berasumsi bahwa suku bunga utama akan dinaikkan pada paruh kedua tahun depan. Bagi saya juga, dolar tetap merupakan 'beli saat penurunan' dalam jangka pendek,” kata Antje Praefcke, ahli strategi valas di Commerzbank.

Baca Juga: Harga Emas Melonjak di Akhir Perdagangan Didorong Kekhawatiran Inflasi

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KB Bukopin Bayarkan Klaim Asuransi Jiwa KPR

Selasa, 18 Januari 2022 | 18:20 WIB
X