Harga Kedelai Impor Tinggi, Tempe Tahu Alami Penyesuaian Harga

- Jumat, 4 Juni 2021 | 15:28 WIB
Kedelai (Foto Istimewa)
Kedelai (Foto Istimewa)


JAKARTA, suaramerdeka.com - Pemerintah memastikan ketersediaan bahan baku tempe dan tahu di dalam negeri aman.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan menegaskan, Pemerintah telah bekerja sama dengan pemangku kepentingan untuk memastikan stok kedelai meski dengan harga yang disesuaikan akibat produsen kedelai internasional seperti Amerika Serikat belum memasuki panen raya.

“Penyesuaian harga kedelai impor di tingkat pengrajin tahu dan tempe dikarenakan komoditas kedelai asal Amerika Serikat masih belum memasuki masa panen sehingga berdampak pada tingginya harga kedelai dunia sampai dengan saat ini,” kata Oke, Kamis 3 Juni 2021 dikutip dari laman Kemendag.

Baca Juga: Batal Haji, Dana Haji Bisa Diambil Melalui Tiga Pilihan

Berdasarkan Chicago Board of Trade (CBOT), harga kedelai dunia masih relatif tinggi. Pada awal Juni 2021 harga kedelai berada di kisaran USD 15,42/bushels atau sekitar USD 566/ton.

Dengan kondisi tersebut maka landed price berada di kisaran Rp9.376/kg sementara di tingkat importir berada di kisaran Rp10.206/kg. Bahkan, menurut para pengrajin tahu dan tempe di beberapa wilayah, harga kedelai telah mencapai Rp11.000/kg.

Dengan kondisi harga kedelai saat ini, jelas Oke, maka harga tempe akan mengalami penyesuaian menembus harga Rp17.000/kg dari sebelumnya Rp16.000/kg. Sedangkan harga tahu juga menembus harga Rp700/potong dari sebelumnya Rp650/potong.

Baca Juga: PPP Dorong 2 Paslon Ikut Terlibat di Pilpres 2024, Arsul Sani Beberkan Alasannya

“Kemendag konsisten memantau dan mengevaluasi pergerakan harga kedelai dunia, baik ketika terjadi penurunan ataupun kenaikan harga. Tujuannya, untuk memastikan harga kedelai di pasar serta di tingkat pengrajin tahu dan tempe berada di tingkat yang wajar,” ungkapnya.

Oke mengimbau kepada para importir yang memiliki stok kedelai untuk terus memasok kedelai secara rutin kepada pengrajin tahu dan tempe. Termasuk kepada anggota Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo), baik di Puskopti provinsi maupun Kopti Kabupaten/Kota seluruh Indonesia dengan harga kedelai terjangkau.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tren Bisnis Auto Cuan Diperkenalkan

Minggu, 26 September 2021 | 19:22 WIB

Asuransi Syariah atau Konvensional? Ini Perbedaannya!

Minggu, 26 September 2021 | 10:36 WIB
X