Kepercayaan Investor di Jateng Meningkat, CJIBF 2021 Catatkan Nilai Investasi Capai Rp39 Triliun

- Rabu, 17 November 2021 | 14:41 WIB
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Ratna Kawuri dalam jumpa pers di Aula DPMPTSP Jateng, belum lama ini. (suaramerdeka.com/dok)
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Ratna Kawuri dalam jumpa pers di Aula DPMPTSP Jateng, belum lama ini. (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kepercayaan investor untuk berinvestasi di Jateng terus mengalami peningkatan.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Ratna Kawuri mengatakan kepercayaan itu terlihat dalam Ajang Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2021 yang mencatatkan nilai kepeminatan investasi Rp39 triliun.

Menurutnya capaian itu lebih besar dari event serupa tahun lalu, yang membukukan kepeminatan senilai Rp 22 triliun.

Baca Juga: Serangan Tiga Bom Bunuh Diri Memakan Enam Korban di Uganda

Ratna menyebut, akan mengawal kepeminatan investasi itu agar dapat direalisasikan.

Di antaranya membentuk satuan tugas (satgas) investasi, yang bertugas untuk melakukan pendampingan, memberikan akses informasi dan mendampingi calon investor melakukan survei ke kawasan industri.

"Ini kan suatu yang luar biasa ya, makannya ini justru ini menjadi tantangan dan blessing agar kepeminatan ini netes (menetas),” kata Ratna, dalam jumpa pers di Aula DPMPTSP Jateng, belum lama ini.

Baca Juga: Melalui Teori Bahasa Berkarakter, Jumanto Raih Gelar Guru Besar Linguistik

Ratna menambahkan negara asal investor yang minat di antaranya dari Singapura, Jepang, India, Tiongkok, Australia dan pemodal dari dalam negeri.

Mereka meminati investasi dari bidang energi, manufaktur, jasa, pariwisata, properti dan infrastruktur.

Sementara, lokasi di Jawa Tengah yang banyak diminati calon investor adalah Kota Semarang, Kabupaten Jepara, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Kendal dan Kabupaten Brebes.

Baca Juga: Ahmad Zain An Najah Ditangkap Densus 88, Ikhsan Abdullah Minta Masyarakat Tidak Menilai Negatif MUI

Adapula Kawasan Industri Terpadu Batang, Kawasan Industri Wijayakusuma, Jatengland Industrial Park Sayung dan Kawasan Industri Aviarna.

Sementara itu Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng M. Firdauz Muttaqin mengatakan terus bekerja sama dengan DPMPTSP untuk mengawal realisasi investasi melalui ajang CJIBF.

Firdauz menyebut, ajang ini merupakan tanda kepercayaan investor pada Jateng. Selain itu investor juga melihat terobosan pemerintah pusat mempermudah investasi.

Di antaranya, kebijakan tax allowance, tax holiday dan upaya untuk mengatasi “bottle necking.

“Indonesia dipandang sebagai tempat investasi yang bagus. Tenaga kerja kompetitif dan kualitasnya (hasil produksi) bagus. Jadi ini merupakan kepercayaan pada Indonesia yang semakin meningkat,” ujarnya.

Halaman:
1
2

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X