Dolar Naik ke Level Tertinggi 16 Bulan, Usai Kenaikan Data Konsumen AS

- Rabu, 17 November 2021 | 09:48 WIB
Dolar AS. (Forbes)
Dolar AS. (Forbes)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Setelah data menunjukkan konsumen AS tampak melewati kenaikan harga, dolar mengalami kenaikan ke level tertinggi 16-bulan pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB).

Selain kenaikan dolar, data konsumen AS mendorong penjualan ritel lebih tinggi dari yang diperkirakan bulan lalu, sementara euro merosot di tengah kekhawatiran pertumbuhan dan lonjakan kasus Covid-19 di Eropa.

Pada pukul 15.15 waktu setempat, indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya naik 0,385 persen pada 95,898, setelah sebelumnya menyentuh 95,928, tertinggi sejak Juli 2020.

Selain itu, penjualan ritel AS naik 1,7 persen pada Oktober, melampaui ekspektasi konsensus kenaikan 1,4 persen.

Baca Juga: PLN Siapkan Tim Siaga Antisipasi Cuaca Buruk dan Fenomena La Nina

Kemungkinan karena orang Amerika memulai belanja liburan mereka lebih awal untuk menghindari rak kosong di tengah kekurangan beberapa barang karena pandemi yang sedang berlangsung menekan rantai pasokan.

Penguatan dolar terjadi sejak data inflasi AS pekan lalu menunjukkan harga-harga konsumen melonjak ke tingkat tertinggi sejak 1990, memicu spekulasi bahwa Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan.

"Jika Anda melihat pasar AS, ada lebih banyak spekulasi, setidaknya dalam perkiraan harga pasar tersirat, bahwa suku bunga akan naik lebih dari satu kali tahun depan," kata Mazen Issa, ahli strategi valas senior di TD Securities.

Kemudian, euro memperpanjang kerugian terhadap dolar, terakhir turun 0,43 persen pada 1,13175 dolar AS.

Baca Juga: Ini Risiko Tes Swab Antigen Mandiri di Rumah

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KB Bukopin Bayarkan Klaim Asuransi Jiwa KPR

Selasa, 18 Januari 2022 | 18:20 WIB
X