Harga Emas Melemah Menyusul Data Positif Penjualan Ritel AS Memperkuat Dolar

- Rabu, 17 November 2021 | 08:24 WIB
Emas murni. (Linda Hamilton - Pixabay)
Emas murni. (Linda Hamilton - Pixabay)

CHICAGO, suaramerdeka.com - Data penjualan ritel AS yang positif untuk Oktober memperkuat dolar, emas kembali melemah pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB).

Selain membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, data penjualan ritel yang positif juga memicu aksi ambil untung untuk hari kedua berturut-turut.

Untuk pengiriman Desember, kontrak emas paling aktif di divisi Comex New York Exchange, tergelincir 12,5 dolar AS atau 0,67 persen, menjadi 1.854,10 dolar AS per ounce.

Sementara itu di pasar spot, emas turun 0,60 persen menjadi 1.851,80 dolar AS per ounce pada pukul 18.41 GMT.

Baca Juga: Permasalahan Fintech Ilegal: Moratorium Tidak Menyelesaikan, Perlu Literasi

Sehari sebelumnya, Senin (15/11), emas berjangka melemah 1,9 dolar AS atau 0,1 persen menjadi 1.866,60 dolar AS per ounce, setelah terdongkrak 4,6 dolar AS atau 0,25 persen menjadi 1.868,50 dolar AS pada Jumat (12/11).

Penjualan ritel di Amerika Serikat bulan lalu turut meningkat lebih besar dari yang diperkirakan, memberikan dorongan ekonomi pada awal kuartal keempat dan mengirim dolar ke level tertinggi 16 bulan.

Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Selasa (16/11) bahwa penjualan ritel AS naik 1,7 persen pada Oktober, mengalahkan ekspektasi pasar dan menunjukkan belanja konsumen Amerika tetap kuat.

Laporan menunjukkan konsumsi dapat menangani harga-harga tinggi dan tetap cukup kuat, yang positif untuk sentimen risiko, kata Edward Moya, analis pasar senior di broker OANDA.

Baca Juga: Italia Harus Lalui Play Off Piala Dunia 2022, Mancini Berharap Tak Jumpa Portugal

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X