Ekspor Jawa Tengah pada April Turun 9,52 Persen Dibanding Maret 2021

- Kamis, 3 Juni 2021 | 11:13 WIB
PETI KEMAS:Tumpukan peti kemas di pelabuhan. (suaramerdeka.com / dok)
PETI KEMAS:Tumpukan peti kemas di pelabuhan. (suaramerdeka.com / dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat nilai ekspor Jawa Tengah April 2021 sebesar US$ 850,43 juta atau turun 9,52 persen dibanding ekspor Maret 2021. 

Namun jika dibandingkan dengan ekspor April 2020 naik sebesar 55,97 persen. Kepala BPS Jawa Tengah, Sentot Bangun Widoyono mengatakan penurunan ekspor April 2021 dibanding ekspor Maret 2021 disebabkan oleh turunnya ekspor migas maupun non migas.  

"Ekspor migas mengalami penurunan yaitu  sebesar 54,98 persen, dari US$ 56,13 juta (Maret) menjadi US$ 25,27 juta (April). Begitu pula  dengan ekspor non migas juga mengalami penurunan yaitu sebesar 6,63 persen, dari US$ 883,73 juta (Maret) menjadi US$ 825,16 juta (April)," katanya saat memberikan Berita Resmi Statistik, Rabu 2 Juni 2021. 

Baca Juga: Terowongan Istiqlal-Katedral Ditarget Selesai Agustus, Dibangun dengan Metode Khusus

Sentot menambahkan, penurunan ekspor migas disebabkan oleh turunnya ekspor hasil minyak, sementara pada bulan yang sama tidak ada ekspor gas, gas alam dan minyak mentah. 

Sementara itu penurunan terbesar nilai ekspor non migas pada April 2021 terhadap Maret 2021 terjadi pada pakaian jadi bukan rajutan.

Komoditas lain yang juga mengalami penurunan adalah barang-barang rajutan, alas kaki turun, serat stafel buatan mesin-mesin/pesawat mekanik, barang-barang dari kulit turun.

Baca Juga: Canon Raih BLI 2021 Outstanding Achievement Award untuk Hybrid Workplace Scan Technology

Untuk komoditas kayu dan barang dari kayu naik US$ 12,07 juta (13,03 persen), mesin/peralatan listrik naik US$ 4,82 juta (14,37 persen), perabot, penerangan rumah naik US$ 3,90 juta (4,61 persen), dan bulu unggas naik US$ 1,05 juta(5,10 persen).

Tiga negara tujuan ekspor non migas terbesar April 2021 meliputi Amerika Serikat dengan nilai US$ 310,17 juta, disusul Jepang US$ 74,86 juta dan Tiongkok US$ 57,65 juta, dengan kontribusi ketiganya sebesar 55,14 persen selama Januari-April 2021.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Produk Lokal Jadi Tantangan DaVinci Gourmet

Sabtu, 14 Januari 2023 | 12:56 WIB
X