Sejak Reformasi hingga Kini, Kondisi Sosial Ekonomi Masih Penuh Tantangan

- Kamis, 3 Juni 2021 | 09:49 WIB
sosial ekonomi. (istimewa) (red)
sosial ekonomi. (istimewa) (red)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Sejak reformasi, adanya praktik otonomi daerah, globalisasi, dan privatisasi berkembang luas.

Namun setelah beberapa dasawarsa, kondisi sosial ekonomi di Indonesia masih penuh tantangan.

Pada saat yang sama beberapa program seperti dana desa, pembangunan infrastruktur, program keluarga harapan, kartu Indonesia sejahtera, kartu Indonesia pintar, dan semacamnya dilaksanakan.

Kontestasi ekonomi neoliberal dan ekonomi syariah juga terus dikembangkan oleh beberapa pihak.

Dalam konteks tersebut bagaimana relevansi ekonomi Pancasila dan apa yang bisa ditawarkan untuk masa depan?

Oleh sebab itu Perkumpulan Amerti menggelar kegiatan Ngompolin atau Ngomongin Politik Indonesia yang digelar Kamis, 3 Juni 2021 pukul 14.00-16.00 WIB.

Diskusi diharapkan mengembangkan diskursus tentang keterkaitan politik populisme dan politik ekonomi Pancasila.

Kemudian dampak disrupsi digital pada ekonomi Indonesia, Pancasila dan pembangunan berkelanjutan, tantangan-tantangan dalam mengembangkan ekonomi Pancasila.

Selain itu juga akan dibahas angkah-langkah strategis mengarusutamakan ekonomi Pancasila.

Diskusi yang digelar secara zoom meeting ini akan dibuka Pendiri Yayasan Bina Swadaya, Bambang Ismawan, dan menampilkan narasumber Pemikir Ekonomi Pancasila & Dosen FEB UGM, Dr Revrisond Baswir, dan Ketua Komite Eksekutif ICCI dan Direktur Kopkun Institute, Firdaus Putra HC.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Terkini

BSN Bikin Etalase Digital Produk UKM Ber-SNI

Jumat, 3 Desember 2021 | 20:25 WIB

Program BI Religi Bantu Percepatan Vaksinasi Covid-19

Jumat, 3 Desember 2021 | 08:12 WIB
X