PPKM Mikro Kembali Diperpanjang, Ini Aturan Wajib Bepergian dengan Pesawat

Red
- Selasa, 1 Juni 2021 | 18:39 WIB
Foto suaramerdeka.com/dok
Foto suaramerdeka.com/dok


JAKARTA, suaramerdeka.com - Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tetap akan diberlakukan pemerintah, menyusul angka penyebaran virus Covid-19 yang masih terus meningkat hingga saat ini

Kebijakan PPKM mikro yang diterapkan di seluruh wilayah Indonesia akan diperpanjang dan diberlakukan hingga 14 Juni mendatang .

PPKM Mikro ini menjadi upaya tepat pemerintah untuk menekan kasus Covid-19, bahkan seperti yang dikabarkan baru-baru ini Indonesia tengah bersiap menghadapi lonjakan kasus Covid-19 usai libur Lebaran.

Baca Juga: Arab Saudi dan Uni Eropa Melarang Wisatawan yang Disuntik Vaksin dari China

Namun, bagi masyarakat yang ingin bepergian utamanya menggunakan moda transportasi udara selama masa PPKM mikro mulai 1 hingga 14 Juni 2021 ini, terdapat aturan yang wajib dipatuhi.

Hal itu berdasarkan aturan yang tertera dalam Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Nomor SE 26 Tahun 2021 yang mencabut SE Kemenhub Nomor 19 Tahun 2021. Berikut ini aturannya, sebagaimana dikutip dari Pikiran-Rakyat.com

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Boyolali Meningkat, Ruang Perawatan di RSUDPA Boyolali Terisi 50 Persen

1. Penumpang wajib memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.

2. Tidak diperkenankan berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan.

3. Tidak diperkenankan makan dan minum sepanjang perjalanan yang kurang dari dua jam, kecuali mereka yang wajib mengkonsumsi obat-obatan dalam rangka pengobatan yang jika tidak dilakukan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan orang tersebut.

4. Wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR atau rapid antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan, atau;

5. Wajib menunjukkan hasil negatif tes GeNose di bandara dalam kurun waktu 1x24 jam sebelum keberangkatan.

6. Poin 4 dan 5 berlaku untuk keberangkatan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

7. Wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam, atau hasil negatif rapid antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan, atau;

8. Wajib menunjukkan hasil negatif tes GeNose di bandara dalam kurun waktu 1x24 jam sebelum keberangkatan.

9. Poin 7 dan 8 berlaku untuk penerbangan dari dan ke daerah selain Bali.

10. Poin 4, 5, 7, dan 8 tidak berlaku untuk penerbangan Angkutan Udara Perintis, Angkutan Udara di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), atau penumpang berusia di bawah lima tahun.

11. Mengisi e-HAC Indonesia pada bandara keberangkatan, untuk ditunjukkan pada petugas kesehatan pada bandara tujuan/kedatangan.

12. Jika hasil PCR, rapid antigen, atau GeNose adalah negatif namun penumpang menunjukkan gejala, mereka dilarang melanjutkan perjalanan dan wajib lakukan tes diagnostik PCR dan isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan.

Halaman:
1
2

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X