Presidensi G20 Bawa Indonesia Ikut Menentukan Arah Perekonomian Dunia

- Selasa, 16 November 2021 | 14:45 WIB
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto. (ekon.go.id)
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto. (ekon.go.id)


JAKARTA, suaramerdeka.com - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan modal dasar yang kuat untuk mencapai tujuan dalam Presidensi G20 telah dimiliki Indonesia.

Antara lain pertumbuhan ekonomi pada triwulan III tahun 2021 tercatat 3,51% (yoy), tren penurunan kasus Covid-19 masih terus dicapai di Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali, serta angka reproduction rate pandemi Covid-19 pada akhir Oktober 2021 sebesar 0,74 (di bawah 1) yang jauh lebih baik dibanding bulan Juli 2021 yang sebesar 1,35.

"Tantangan global tidak akan selesai hanya dengan kehormatan dan harapan saja. Presidensi tahun depan harus dimaknai lebih dari sekedar ”ketua sidang” (atau Chair), namun juga pemimpin (leader) yang akan menentukan arah perkembangan perekonomian dunia ke depan,” ujar Airlangga saat menyampaikan sambutan pada Seminar Nasional Moderasi Indonesia: Peran Strategis Muhammadiyah dan Aisyiah dalam Mendukung Kepemimpinan Indonesia di Tingkat Global, Senin 15 November 2021.

Baca Juga: Begini Klarifikasi Adidas Singapura Usai Klaim Wayang Kulit Asli Malaysia

Airlangga menuturkan, Presidensi G20 diperkirakan dapat meningkatkan konsumsi domestik hingga Rp1,7 triliun, menambah PDB nasional hingga Rp7,4 triliun, dan menyerap tenaga kerja sekitar 33 ribu di berbagai sektor.

Airlangga menambahkan, ekonomi yang kuat adalah ekonomi yang mampu bertransformasi. Semuanya ini sejalan dengan visi G20, yakni menciptakan pertumbuhan ekonomi yang kuat, seimbang, berkelanjutan, dan inklusif, serta berkontribusi terhadap upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional pada 2022 sebesar 5,2% - 5,5%.

”Acara hari ini memiliki dua arti penting. Pertama, sarana sosialisasi dari peluang dan aspirasi Presidensi G20 Indonesia terhadap dunia. Dan kedua, memberikan masukan bagi Pemerintah untuk memaksimalkan manfaat Presidensi Indonesia bagi masyarakat,” imbuhnya.

Baca Juga: Adidas Diserang Warganet, Sebut Wayang Kulit Identitas Budaya Malaysia

Sementara itu menurut Airlangga, Muhammadiyah dan Aisyiyah telah banyak memberikan manfaat bagi peningkatan dan kemajuan harkat dan martabat Indonesia sekaligus memberikan warna tersendiri dalam aspek sosial, pendidikan, kesehatan, dan keagamaan yang selama ini menjadi titik tolak gerakannya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BSI Dorong Pembiayaan Gadai Emas dan Cicil Emas

Minggu, 2 Oktober 2022 | 17:12 WIB

Resesi 2023 dan Situasi Tekanan Cash is The King

Kamis, 29 September 2022 | 14:10 WIB

BPR Arto Moro Terima Penghargaan Infobank Award 2022

Sabtu, 24 September 2022 | 14:23 WIB
X