Analis Perkirakan Investasi Telkomsel di GoTo Makin Untung Berkat Pendanaan Pra-IPO

- Senin, 15 November 2021 | 20:05 WIB
Logo telkomsel
Logo telkomsel

JAKARTA, suaramerdeka.com - Initial Public Offering (IPO) GoTo terus menyedot perhatian investor.

Menjelang rencana penjualan saham perdana pada awal tahun 2022, sejumlah investor global justru memilih menanamkan investasinya sebelum IPO.

Pekan lalu, manajemen GoTo mengumumkan pendanaan baru pra-IPO senilai USD1,3 miliar atau lebih dari Rp18 triliun dari sejumlah investor global.

Dana pra-IPO GoTo ini diproyeksikan masih akan bertambah dengan target USD1,5 miliar - USD2 miliar.

Baca Juga: 5 Tips Jitu Gaya Belajar Anak Ala Merry Riana

Analis pasar modal Fendi Susiyanto menilai besarnya minat investor global sebelum IPO GoTo menunjukkan potensi bisnis ekosistem digital ini sangat besar.

Dengan menanamkan investasi sebelum IPO, investor berpotensi untuk mendapatkan keuntungan dengan naiknya valuasi GoTo pada saat IPO nanti.

"Meski investor global selalu memiliki horizon longterm investment, tapi kenaikan valuasi GoTo setelah IPO akan memberikan benefit kepada investor. Selain nilai investasi yang naik, risiko investasi juga berkurang dengan valuasi GoTo yang terus membesar," jelas Fendi yang juga CEO Finvesol Consulting di Jakarta, Senin 15 November 2021.

Sejumlah investor yang terlibat pendanaan baru diantaranya Abu Dhabi Investment Authority (ADIA), Avanda Investment Management, Fidelity International, Google, Permodalan Nasional Berhad (PNB), Primavera Capital Group, SeaTown Master Fund, Temasek, Tencent, dan Ward Ferry.

Baca Juga: Belum Punya Anak, Ini Doa Mustajab Cepat Mendapat Keturunan

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X