Industri Jamu Tumbuh 6 Persen, Izin Produk Melonjak 131 Persen

- Jumat, 28 Mei 2021 | 11:36 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com – Jamu menjadi ciri khas Bangsa Indonesia, kini menjadi salah satu produk keunggulan lokal yang berpotensi besar di pasar domestik dan luar negeri. Selama masa pandemi Covid-19 industri obat-obatan tradisional secara nasional mengalami pertumbuhan menggembirakan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.

Kepala Badan POM RI, Penny K Lukito memaparkan pada tahun 2019 industri obat tradisional mengalami pertumbuhan sebesar 6 persen atau berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu berdasarkan data perizinan Badan POM jumlah permohonan pendaftaran produk obat tradisional untuk memelihara daya tahan tubuh tumbuh 131,14 persen pada 2020 dibandingkan 2019.

“Berdasarkan data perizinan Badan POM, terlihat adanya peningkatan jumlah permohonan pendaftaran produk obat tradisional untuk memelihara daya tahan tubuh sebesar 131,14 persen pada 2020 dibandingkan dengan 2019. Tren tersebut menggambarkan adanya peningkatan demand masyarakat,” kata Penny  saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gabungan Pengusaha (GP) Jamu Tahun 2021, secara daring dan luring, Kamis (27/5).

Melihat perkembangan tersebut, industri obat tradisional atau jamu memegang peran penting dalam perekonomian nasional, antara lain dengan menyediakan lapangan kerja untuk kurang lebih tiga juta tenaga kerja. Untuk itu, peningkatan peran serta pelaku usaha dan industri jamu nasional sangat diperlukan untuk mengoptimalkan potensi tersebut.

Kepala Badan POM berharap forum itu menjadi momen bagi seluruh stakeholder untuk terus mengembangkan jamu/obat tradisional di Indonesia. “Meski industri/usaha obat tradisional sempat mengalami penurunan di awal pandemi, namun seiring waktu tren penjualannya terus meningkat, sehingga industrinya pun semakin berkembang,’’ kata Kepala Badan POM.

Penny menyebutkan data BPS menunjukkan industri kimia, farmasi, dan obat tradisional terus mengalami peningkatan dan pada kuartal I/2021. Ketiga sektor industri tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 11,46 persen.

 “Bukan hanya skala nasional, nilai ekspor sektor industri bahan kimia, farmasi, dan obat tradisional pada Januari-Maret 2021 menyumbang sebesar 4,30 miliar dolar AS, sekaligus menjadi satu dari tiga industri yang memberikan nilai terbesar,” katanya.

Terobosan Regulasi

Penny mengatakan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan industri jamu/obat tradisional, Badan POM terus mengeluarkan terobosan regulasi untuk percepatan pelayanan publik, berupa simplifikasi, deregulasi, percepatan perizinan obat tradisional dengan juga memanfaatkan digitalisasi untuk pelayanan publik secara online.

Salah satunya dengan proses perizinan dan konsultasi online untuk peningkatan pemahaman peraturan-peraturan yang berlaku bagi pelaku usaha. “Untuk mendorong peningkatan kapasitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sejak tahun 2018, Badan POM telah menginisiasi Program Orang Tua Angkat Jamu,’’ katanya.

Program ini menggandeng industri obat tradisional untuk membantu UMKM, antara lain untuk kemudahan akses bahan baku, penerapan cara produksi yang baik, pemasaran, sharing knowledge, hingga bantuan teknologi dan fasilitas produksi.

Rakernas tahun ini juga menetapkan tanggal 27 Mei sebagai Hari Jamu Nasional. Harapannya, penetapan Hari Jamu Nasional ini menjadi momentum untuk semakin mengembangkan jamu sebagai kearifan lokal, mendukung Gerakan Masyarakat Sehat (Germas), dan perkuatan ekonomi masyarakat.

“Meningkatkan popularitas jamu di tengah-tengah masyarakat modern merupakan tantangan kita bersama. Karena keanekaragaman hayati Indonesia merupakan keunggulan bangsa yang sangat penting dan bernilai positif, sehingga tentu perlu didukung dengan kerja bersama kita semua, Pemerintah (Pusat dan Daerah), dunia penelitian, pelaku usaha (Asosiasi), tidak terkecuali masyarakat sebagai konsumen,” kata Kepala Badan POM.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Kelompok UKM di Sleman Didorong Bentuk Koperasi

Selasa, 26 Oktober 2021 | 15:01 WIB
X