UMKM Perlu Perhatian Serius, Pemda Bisa Alokasikan 40 Persen APBD

- Selasa, 11 Mei 2021 | 14:30 WIB
Foto dokumentasi
Foto dokumentasi

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Pandemi Covid-19 yang belum bakal berakhir membuat sektor ekonomi tertatih-tatih. Perlu langkah cepat melakukan pemulihan terutama UMKM yang banyak menyerap tenaga kerja sektor informal.

Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana mengungkapkan Pemda sebaiknya bisa mengalokasikan 40 persen Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) untuk membantu usaha mikro kecil menengah (UMKM). Ia menyampaikan hal itu dalam diskusi bertema ''Pemanfaatan Marketplace e-bakul Untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi DIY'', di DPRD DIY, kemarin.

''Sebaiknya UMKM dilibatkan untuk berbagai keperluan belanja barang dan jasa. Ini tertera di Perpres No 12 tahun 2021 pasal tentang Pengadaan Barang dan Jasa pasal 65, mengenai keterlibatan UMKM,'' papar Huda.

Baca Juga: Pemerintah Dorong Digitalisasi UMKM hingga ke Pemda

Baca Juga: Pemda Didorong Percepat Realisasi APBD 2021, Ini Penjelasan Mendagri

Ia menjelaskan di pasal itu pemerintah daerah, kementerian, maupun lembaga negara diwajibkan menggunakan produk usaha kecil/koperasi dalam negeri. Bahkan lebih tegas mewajibkan alokasi paling sedikit 40 persen dari nilai anggaran belanja barang atau jasa pemda untuk berbagi dengan UMKM.

Bantu UMKM

Menurut Huda, Pemda DIY harus mengikuti kebijakan tersebut untuk membantu UMKM bangkit di masa sulit pandemi. Jika hal ini diaplikasikan secara sungguh-sungguh, akan membantu.UMKM dengan belanja bernilai puluhan atau bahkan ratusan milyar rupiah.

Ia menilai belanja pemerintah tentu akan sangat banyak membantu membangkitkan perekonomian warga terutama sektor UMKM. Ia memberi contoh, untuk keperluan makan minum di lingkungan pemda nilainya bisa mencapai milyaran dalam setahun.

Program yang sudah berjalan seperti SiBakul dari Dinas Koperasi dan UMKM perlu ditingkatkan karena benar-benar membantu usaha kecil. Ia mengapresiasi Dinas karena memberi fasilitas gratis ongkos kirim.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM DIY, Srie Nurkyatsiwi menjelaskan program pengiriman gratis produk ke konsumen tahun lalu memberikan hasil  peningkatan omzet penjualan. Ia merinci, tahun 2020 lalu dengan anggaran sebesar Rp 350 juta berhasil memberikan dampak penjualan hingga enam kali lipat. Tahun ini ada peningkatan dengan pembiayaan dari APBD sebesar Rp 1,25 miliar dan sampai April lalu tersalurkan Rp 400 juta dengan dengan omzet penjualan meningkat hingga tujuh kali.

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

BSN Bikin Etalase Digital Produk UKM Ber-SNI

Jumat, 3 Desember 2021 | 20:25 WIB

Program BI Religi Bantu Percepatan Vaksinasi Covid-19

Jumat, 3 Desember 2021 | 08:12 WIB
X