Tekan Harga Jagung, Pemprov Beri Subsidi Distribusi

- Senin, 10 Mei 2021 | 18:36 WIB
Gerakan dan stabilisasi pasokan dan harga jagung oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah di Solo, Senin (10/5). (suaramerdeka.com/Langgeng Widodo)
Gerakan dan stabilisasi pasokan dan harga jagung oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah di Solo, Senin (10/5). (suaramerdeka.com/Langgeng Widodo)

SOLO, suaramerdeka.com - Rantai distribusi/transpotasi menjadi penyebab naiknya harga jagung belakangan ini. Meski produksi jagung di Jawa Tengah terbilang surplus, namun harga komoditas itu tetap saja melambung di beberapa daerah, terutama di sentra sentra peternakan ayam, seperti di Solo dan Kendal yang kebutuhan jagungnya cukup banyak.

Menurut salah seorang peternak, Yudianto, harga jagung kering yang sebelumnya hanya sekitar Rp 3.500 hingga Rp 3.800 per kilogram kini naik menjadi lebih dari Rp 6.000 per kg. "Selain harga jadi mahal, jagungnya juga mulai langka dan sulit dicari," kata dia di sela acara 'Gerakan dan Stabilisasi Pasokan Dan Harga Jagung' di Mojosongo Solo, Senin (10/5).

Baca Juga: Harga Jagung Tertekan, Beras Alami Kenaikan

Dikatakan, para peternak sangat membutuhkan jagung untuk pakan ayam. Sebab, jagung itulah satu satunya pakan selain konsentrat untuk tambahan/campuran. Kalau tidak ada jagung, jelas sangat mengganggu dan kemungkinan besar peternakan akan terhenti. Karena itu, pemerintah harus turun tangan agar peternak tetap bisa berproduksi.

"Pemerintah harus turun tangan untuk menurunkan harga jagung, sebab para peternak tidak punya uang, apalagi dalam situasi pandemi. Kalau punya uang peternak pasti sudah membeli banyak jagung," kata anggota DPRD Jateng Sumanto, yang hadir dalam gerakan itu.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah Agus Wariyanto mengatakan, untuk menstabilkan harga jagung agar terjangkau dan tidak memberatkan para peternak, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah memberi subsidi distribusi/transpotasi. Sehingga jagung yang semula seharga Rp 6.000 menjadi Rp 5.500 per kg.

Sebanyak 10 ton jagung kering yang diambil dari daerah Kudus dan Pati diturunkan di Solo dengan harga Rp 5.500. Pasokan jagung ke Solo seharga Rp 5.500 itu akan dilakukan bertahap, sesuai kebutuhan. "Saya berharap, turunnya harga jagung karena subsidi ini nantinya juga diikuti turunnya harga jagung di pasaran, tidak hanya di Solo tapi juga di daerah lain," kata Agus.

Ketua Pusat Informasi (Pinsar) Unggas Surakarta, Robby Susanto menyambut baik upaya pemerintah menurunkan harga jagung dengan memberi subsidi transpotasi. Meski jagung yang diturunkan sebanyak 10 ton tak sebanding dengan populasi ayam di wilayah Surakarta, kata dia, stidaknya cukup membantu bagi para peternak, terutama peternak kecil yang memelihara 1.000 hingga 2.000 ayam.

"Saya yakin upaya pemerintah ini tidak akan sia-sia dan sangat membantu peternak. Mudah-mudahan, dari gerakan ini nantinya harga jagung turun dan kembali normal," kata Robby.

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

KPR untuk Milenial, Kebutuhan atau Investasi?

Sabtu, 10 Desember 2022 | 12:33 WIB
X