Akibat Pandemi, Permintaan Pasar di Sleman Jelang Lebaran Turun

- Senin, 10 Mei 2021 | 14:10 WIB
(istimewa)
(istimewa)

SLEMAN, suaramerdeka.com - Pandemi Covid-19 masih dirasakan dampaknya terhadap sektor perekonomian. Hal ini salah satunya dilihat dari daya beli masyarakat yang belum kunjung pulih.

Berdasar hasil koordinasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman dengan sejumlah distributor, menjelang Lebaran tahun ini terdapat penurunan permintaan konsumen dibanding momen sebelum pandemi. Selisihnya mencapai 20 persen.

"Walaupun menjelang Idul Fitri ini ada peningkatan permintaan kebutuhan pokok dari masyarakat, namun tidak sebanyak sebelum masa pandemi," kata Kepala Disperindag Sleman Mae Rusmi, Senin, 10 Mei 2021.

Di lain sisi, permintaan yang tidak terlampau tinggi menjadikan harga relatif stabil. Contohnya untuk komoditi daging sapi. Sebelum pandemi, harganya bisa menembus kisaran Rp 140 ribu hingga Rp 150 ribu per kilogram. Namun kini, harga rata-rata hanya Rp 120 ribu atau naik tipis sekitar Rp 5.000 per kilogram.

"Dulu sebelum ada wabah Covid-19, harga daging sapi bisa sampai Rp 150 ribu per kilo. Lonjakan harga itu disebabkan permintaan yang tinggi terutama untuk kebutuhan buka bersama, dan restoran yang masih beroperasi," terang Mae.

Kenaikan harga yang tidak mencolok juga terpantau pada komoditi daging ayam. Tahun sebelumnya saat mendekati Lebaran, harga daging ayam bisa mencapai Rp 43 ribu per kilogram. Namun sekarang hanya di kisaran Rp 38 ribu hingga Rp 40 ribu.

Harga telur bahkan cenderung turun, dimana rata-rata saat ini tercatat Rp 21.000 per kilogram. Sementara dari aspek ketersediaan barang, stok sembako di pasaran dinilai mencukupi.

"Stok semua jenis sembako masih cukup memadai seperti beras, minyak goreng, telur, daging ayam, daging sapi, dan sayur mayur. Harganya juga relatif stabil, masih terjangkau oleh masyarakat," katanya.

Dia berharap setelah Lebaran nanti, permintaan masyarakat bisa merangkak naik. Selain hajatan yang kemungkinan akan kembali marak, kedatangan mahasiswa untuk mengikuti kuliah tatap muka diharapkan pula mampu menjadi faktor pendongkrak.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

X