Silaturahmi REI Soloraya dengan OJK dan Bank Indonesia, Cari Masukan Majukan Bisnis Properti

- Sabtu, 8 Mei 2021 | 09:24 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

SOLO, suaramerdeka.com - Asosiasi Real Estat Indonesia (REI) Komisariat Soloraya menggelar acara silaturahmi Ramadhan bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo dan Otoritas Jasa Keuangaan (OJK), di kantor asosiasi setempat, Jumat (7/4).

Kegiatan silaturahmi dalam bungkus buka bersama juga menghadirkan lebih dari 100 anak yatim, para santri dari pondok pesantren. Selain ketuanya, Maharani, sejumlah pengurus REI Soloraya hadir. Kepala BI Solo Nugroho Joko Prastowo hadir, demikian juga Ketua OJK Solo, Eko Yunianto. Acara dibuka dengan pembacaan ayat ayat suci Alquran serta tauziah dari ustad serta penyerahan santunan bagi para santri. "Dalam silaturahmi ini, kami ingin berbagi dengan anak-anak yatim," kata Maharani.

Selain itu, lanjut dia, REI juga ingin bersinergi dengan Bank Indonesia dan OJK guna mencari masukan untuk memajukan bisnis properti di Soloraya. Maharani mengatakan, sebuah persoalan akan selesai jika dipecahkan bersama sama. "Seperti bisnis properti dalam situasi pandemi seperti sekarang ini. Kita harus bersama-sama bergandengan mencari solusi untuk maju bersama sama," kata Rani, begitu dia akrab itu disapa.

Baca juga: Koperasi REI Soloraya, Mudahkan Kredit Perumahan bagi Pekerja Informal

Hal senada juga dikatakan Kepala BI Solo Nugroho Joko Prastowo dan Ketua OJK Solo, Eko Yunianto dalam sesi dialog dan tanya jawab. "Dalam menyelesaikan persoalan ekonomi dalam situasi pandemi sekarang ini, kita harus gotong-royong untuk maju bersama," kata Joko.

Dikatakan, sudah banyak regulasi maupun insentif yang diberikan pemerintah melaui Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan untuk mendongkrak sektor properti dan otomotif yang lesu karena terdampak covid-19. Seperti, penurunan suku bunga bank, penurunan pajak penjualan penjualan (PPn) hingga nol persen, penurunan uang muka (DP) hingga nol persen, dan restrukturisasi pembayaran hutang. 

Menurut Joko, pemerintah sangat memperhatikan bisnis properti karena bisnis ini berdampak luas, terkait dengan sektor bisnis yang lain. Mulai dari perbankan, toko matrial bahan bangunan, pembuat batu bata, penggali pasir, hingga para buruh atau pekerja. Jika bisnis properti mandeg, sektor itu juga terhenti, setidaknya terganggu. "Dari berbagai regulasi dan insentif ini, sektor otomotif sudah bergerak, penjualan sudah mulai meningkat. Saya berharap, peningkatan penjualan ini juga terjadi di sektor properti," jelas Joko.

Ketua OJK Solo, Eko Yunianto mengaku belum menerima laporan dari perbankan, terkait penjualan rumah dan kendaraan yang biasanya dilakukan secara kredit, yakni KPR dan KKB. Namun pihaknya optimis dan yakin, ada peningkatan penjualan di kedua sektor itu, terutama otomotif. "Kalau kita lihat sekarang ini, banyak mobil baru yang plat nomernya masih putih, banyak berseliweran di jalan jalan," kata Eko.

Editor: Andika

Tags

Terkini

Koperasi Mitra BI Ekspor Kopi ke Saudi Arabia

Jumat, 17 September 2021 | 20:35 WIB

Peran Dipertajam, Koperasi Sejenis Diminta Merger

Jumat, 17 September 2021 | 20:30 WIB

Kinerja PT KIW Tetap Positif di Masa Pandemi

Jumat, 17 September 2021 | 20:07 WIB

Pandemi, Pertumbuhan Investor Justru Makin Bersemi

Jumat, 17 September 2021 | 15:21 WIB
X