Perencanaan Pembangunan Indonesia, Presiden Sebut Pandemi Beri Pelajaran Luar Biasa

- Rabu, 5 Mei 2021 | 10:00 WIB
Foto: BPMI Setpres/Lukas
Foto: BPMI Setpres/Lukas

JAKARTA, suaramerdeka.com - Dalam perencanaan pembangunan di Indonesia, pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini memberikan pelajaran yang luar biasa. Hal tersebut diungkapkan Presiden Joko Widodo, saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas), Selasa (4/5/2021), di Istana Negara, Jakarta

“Sebaik apapun perencanaan yang sudah kita buat, kita juga harus siap untuk melakukan perubahan secara cepat untuk menyesuaikan dengan tantangan dan peluang-peluang,” ujar Kepala Negara.

Meskipun dalam pelaksanaan pembangunan harus dinamis, Presiden menegaskan, tujuannya tetap sama yaitu untuk menyejahterakan rakyat dan memajukan bangsa. “Yang tidak berubah adalah tujuan utamanya, yaitu untuk menyejahterakan rakyat, untuk memajukan bangsa. Tetapi, caranya seringkali harus berubah karena tantangan dan peluangnya setiap saat juga bisa berubah-ubah,” ujar Kepala Negara.

Baca juga: Perencana Didorong Manfaatkan Perkembangan Iptek, Presiden: Itu Harus

Presiden menekankan, untuk dapat memecahkan permasalahan yang timbul akibat pandemi, baik di sisi kesehatan maupun ekonomi, dibutuhkan sinergi kekuatan dari komponen-komponen bangsa  Di sektor kesehatan, terang Kepala Negara, upaya 3T (testing, tracing, dan treatment), vaksinasi, serta disiplin dalam penerapan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) membutuhkan dukungan dari seluruh komponen bangsa.

“Butuh keaktifan dari seluruh jajaran pemerintahan, dari pusat sampai ke daerah; demikian pula produktivitas dari kalangan industri, yang kecil sampai yang besar, untuk memproduksi alat-alat kesehatan dan obat; juga dukungan dari negara lain ini juga sangat diperlukan,” ujarnya.

Lebih lanjut Presiden menyampaikan, pandemi yang telah berlangsung lebih dari satu tahun ini, membuat pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mutakhir juga tidak dapat dihindari. Di saat berbagai kegiatan seperti pelayanan pemerintahan, pendidikan, dan bisnis retail tidak dapat dilaksanakan secara luring maka harus segera diubah menjadi daring.

“Ketika kita butuh data yang cepat, data yang akurat, data yang terintegrasi, yang kita butuhkan adalah teknologi digital. Ketika kita butuh obat, butuh vaksin, butuh alat-alat kesehatan, yang kita butuhkan untuk cepatnya adalah kita butuh teknologi,” tandas Presiden.

Editor: Andika

Tags

Terkini

X