Geliat Bisnis Cokelat Jelang Lebaran

- Selasa, 4 Mei 2021 | 15:57 WIB
Foto dokumentasi
Foto dokumentasi

JAKARTA, suaramerdeka.com - Usaha berbahan dasar cokelat semakin menjanjikan belakangan ini, terutama di bulan Ramadan. Meskipun di tengah masa pandemi dan pelarangan mudik, bisnis makanan tetap ramai salah satunya karena budaya hantaran yang masih berlangsung. Teksturnya yang lembut dan enak di lidah membuat cokelat tidak pernah sepi penggemar.

“Minat konsumen akan cokelat tidak diragukan lagi. Berbagai menu makanan maupun minuman yang menggunakan bahan cokelat terbukti laris manis di pasaran. Peluang inilah yang dimanfaatkan oleh para pelaku usaha, sehingga mereka memilih cokelat sebagai usaha yang cukup menguntungkan,” papar Sri Utami, Marketing Manager PT Gandum Mas Kencana selaku produsen cokelat Colatta.

Baca Juga: Murid SMP Nasima Belajar Meracik Jamu dan Berkreasi Cokelat

Meski produk cokelat import banyak beredar di pasaran, tidak menghalangi inovasi pelaku usaha dalam merebut hati penikmat cokelat. Berbagai kreasi unik baik dari segi kemasan yang eye catchy, bentuk cokelat yang beragam hingga rasa cokelat yang berpadu dengan bahan unik lainnya terus dikreasikan oleh para pelaku usaha UMKM.

Salah satunya Tinar Bakery. Pelaku usaha UMKM yang dimiliki oleh Tin Artini ini telah memulai usahanya sejak 2012. “Memulai usaha di bidang kue awalnya untuk menambah penghasilan dan membantu perekonomian keluarga besar. Selain modal usaha tidak besar, peluang usaha bakery dan cokelat memiliki segmen pasar yang luas dan keuntungannya cukup tinggi,” papar wanita yang akrab disapa Tini ini.

Baca Juga: Presiden Jokowi Akan Resmikan Pabrik Cokelat di Batang

Terlepas dari kreasi unik dan inovatif, dalam menjalankan usaha agar sukses dan laris di pasaran tentu ada beberapa hal penting yang harus menjadi prioritas, salah satunya pemilihan bahan baku. Bahan baku yang berkualitas akan menjadi fondasi utama dalam menjalankan usaha yang berkelanjutan.

“Bahan baku cokelat yang umum digunakan adalah cokelat compound. Cokelat compound merupakan cokelat yang banyak diminati dan digunakan di pasar Indonesia. Dikarenakan suhu di Indonesia yang termasuk ke dalam iklim tropis, cokelat jenis compound lebih tahan dalam suhu ruang dan mudah digunakan. Untuk biaya produksi kue berbasis cokelat compound sangat terjangkau sehingga pelaku usaha bisa memiliki margin yang cukup besar,” ungkap Sri Utami yang akrab disapa Uut.

Varian cokelat yang paling fleksibel untuk dikreasikan adalah chocolate dark, salah satunya dari Colatta Dark Compound yang memiliki kualitas unggul. Produk ini memiliki rasa cokelat yang cukup strong dan tidak butuh penanganan khusus untuk menggunakannya. Cukup dilelehkan dengan teknik tim/au bain marrie, cokelat lalu siap dikreasikan menjadi berbagai aplikasi menarik.

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

Harga Emas Naik di Tengah Kekhawatiran Inflasi AS

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 08:48 WIB

UMKM Perlu Mulai Berani Melibatkan Investor

Jumat, 22 Oktober 2021 | 21:34 WIB
X