Sebulan Penyelidikan, Kejari Rembang Belum Ungkap Kerugian Dugaan Korupsi Kades

Rosikhan
- Minggu, 2 Mei 2021 | 16:02 WIB
Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang masih belum mengungkap nilai kerugian dari dugaan koruposi proyek embung yang saat ini sedang ditangani. (SM/Dok)
Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang masih belum mengungkap nilai kerugian dari dugaan koruposi proyek embung yang saat ini sedang ditangani. (SM/Dok)

REMBANG, suaramerdeka.com – Sebulan lebih penyelidikan kasus dugaa korupsi proyek embung di Desa Gegersimo Kecamatan Pamotan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang belum juga mengungkap ke publik soal nilai kerugian.

Sampai Minggu (2/5), Kejari masih dalam proses pengumpulan berkas perkara menuju pelimpahan kepada jaksa. Kejari berpegang teguh pada regulasi soal hasil audit baru disampaikan setelah berkas dinyatakan lengkap alias P-21.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Rembang, Leo Rinanta Haribuwono menyatakan, targetnya berkas perkara kasus yang melibatkan Kepala Desa itu bisa dilimpahkan paling lambat pada akhir Mei nanti.

“Ada 4 tersangka masing-masing atas nama SL, SM, SR dan HD. Salah satunya adalah Kepala Desa. Berkas perkara masih belum dilimpahkan. Saya inginnya secepatnya, tapai kalau target pelimpahan akhir Mei mendatang,” kata Leo.

Ia menjelaskan, 4 tersangka yang saat ini sudah diamankan itu memiliki peran berbeda. SL berperan sebagai penanggungjawab proyek, SM sebagai pembuat Laporan Pertanggungjawaban (LPJ hasil manipulasi, serta SR dan HD berperan sebagai pemasok material.

Leo menyebutkan, 4 tersangka dijerat dengan Pasal 2 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), dengan ancaman kurungan paling rendah 4 tahun dan paling lama seumur hidup. Sejauh ini penyidik konsisten menjerat para tersangka dengan Pasal tersebut.

“Hitungan kerugian belum bisa kami sampaikan. Kami sampaikan setelah berkas P-21. Ada pihak dari luar (audit) kami sertakan. Peran tidak ada yang menonjol, tersangka memiliki peran masing-masing,” terang dia.

Leo tak memungkiri, Kejari melakukan pengawasan dalam penggunaan Dana Desa di sejumlah wilayah. Namun, titiknya tidak bisa disampaikan secara rinci. “Sebenanrya kuncinya agar tidak terjerat hukum ada 2, pelajari regulasinya dan awali dengan niat baik,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Kabupaten Rembang, Fahrudin saat dikonfirmasi mengungkapkan, pihaknya hanya diminta melakukan perhitungan kerugian kasus embung di Gegersimo.

Halaman:

Editor: Rosikhan

Terkini

Hotel Ciputra Semarang Salurkan Beasiswa Pendidikan

Sabtu, 24 September 2022 | 20:31 WIB

Healing Time di Novotel Semarang Aja

Sabtu, 24 September 2022 | 15:21 WIB

BPR Arto Moro Terima Penghargaan Infobank Award 2022

Sabtu, 24 September 2022 | 14:23 WIB
X