Kementerian Baru Tidak Atasi Minimnya Inovasi di Indonesia

- Kamis, 29 April 2021 | 09:36 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Hadirnya Kementerian Investasi yang menyebabkan peleburan Kementerian Riset dan Teknologi ke dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bisa membangun persepsi yang keliru bahwa modal lebih penting daripada inovasi yang sebenarnya merupakan salah satu kunci transformasi ekonomi Indonesia.

Selain itu, untuk memastikan kelancaran arus investasi di Indonesia, perlu perhatian khusus agar Kementerian Investasi tidak menciptakan tumpang tindih peraturan baru yang malah akan menghambat investasi.

Peleburan Kemenristek ke dalam Kemendikbud dan dibentuknya Kementerian Investasi bisa menimbulkan persepsi bahwa inovasi adalah prioritas kedua setelah modal, Associate Researcher Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Andree Surianta mengatakan. Padahal, jenis investasi yang ditargetkan seharusnya adalah yang membawa atau mengembangkan pengetahuan dan teknologi baru di negara ini.

Baca juga: Merger Kemendikbud-Ristek Tunjukkan Riset Bukan Prioritas Pemerintah

Impian Making Indonesia 4.0 rasanya akan sulit tercapai bila ekosistem inovasi tidak mulai diintegrasikan dengan investasi. Peleburan Kemenristek, tambah Andree, juga mengindikasikan bahwa pemerintah masih berkutat di pemahaman lama bahwa inovasi  adalah kegiatan akademis.  Padahal bisnis juga memainkan peranan sangat penting dalam ekosistem inovasi yang kuat.  

Prinsip “berinovasi untuk bertahan” sangat kuat di negara-negara maju di mana lebih dari 50 persen litbangnya didanai bisnis. Sedangkan di Indonesia, dunia usaha hanya menyumbang inovasi senilai 8 persen dari belanja litbang nasional.

“Peran serta bisnis dalam inovasi tidak bisa diabaikan. Dalam pengembangan vaksin Covid-19, misalnya. Meskipun anggota konsorsium Vaksin Merah Putih adalah universitas dan lembaga riset, tetapi tetap harus menggandeng perusahaan farmasi untuk uji klinis dan produksi massal nantinya,” ujar Andree.

Baca juga: Kemenristek Bubar, BPOM Berkomitmen Kawal Vaksin Merah Putih

Vaksin Oxford-AstraZeneca di Inggris, contohnya, merupakan hasil kolaborasi universitas dengan bisnis dan di Amerika, ketiga vaksin yang mendapat izin edar malah seluruh penelitiannya dilakukan oleh perusahaan farmasi.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

X