Rancang Alat Otomatis, Memilah Jambu Biji Tak Lagi Lama

Achmad Rifki
- Minggu, 25 April 2021 | 21:19 WIB
Rancangan alat bantu otomatis pemilah jambu yang sedang dalam proses pembuatan.
Rancangan alat bantu otomatis pemilah jambu yang sedang dalam proses pembuatan.

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Indonesia termasuk 20 besar negara penghasil buah terbesar di dunia dan salah satu buahnya yakni jambu biji. Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, khususnya Kecamatan Sukorejo merupakan penghasil jambu biji terbesar di Indonesia dengan luas lahan hampir 2.000 hektar. Para petani pun berusaha menjaga kualitas jambu biji supaya konsumen tidak beralih ke lainnya.

''Petani jambu biji berusaha memberikan yang terbaik bagi konsumen sehingga mereka mencari cara untuk dapat menghasilkan jambu biji yang berkualitas. Guna membedakan kualitas jambu biji yang baik, petani melakukan penyortiran terlebih dahulu sebelum pengemasan dan pendistribusian,'' papar mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta, Fardiansyah Nur Aziz.

Ia bersama temannya, Nur Melyasari dan Puput Putri Witadiana membantu petani di sana agar dapat memilah dan memilih jambu biji secara lebih mudah dan akurat. Caranya tak lagi manual tetapi menggunakan alat berteknologi pintar sehingga jambu yang terpilih berdasarkan kematangan dapat mempunyai harga jual tinggi.

Ketiga mahasiswa tersebut merancang mesin pemilah dan sedang dalam tahap merealisasikan. Alat dapat melihat kematangan buah lebih tepat dan tidak tercampur dengan buah yang berkualitas jelek. Akurasi warna lebih stabil sehingga proses penimbangan tak memerlukan waktu lama.

Fardiansyah menjelaskan proses penyortiran jambu mempengaruhi kondisi buah terutama saat akan didistribusikan ke tempat yang jauh. Timnya berusaha membantu membuat inovasi rancangan alat sortir jambu otomatis menggunakan teknologi yang dapat mengenali warna menggunakan sensor TCS3200.

''Alat yang kami rancang namanya Aisogu berfungsi sebagai sarana untuk menyortir jambu biji berbasis artificial intelligence. Teknologi sensor TCS3200 dapat mengenali warna pada masing-masing buah jambu yang dikontrol menggunakan Arduino Uno,'' ungkap Fardiansyah.

Arduino Uno akan membaca warna pada kulit buah jambu dengan Fuzzy Logic Controller Artificial Intelligence, kemudian dapat membuat keputusan sendiri berdasarkan nilai input yang telah diperoleh. Teknologi ini akan menghasilkan keluaran berupa kategori buah jambu, yakni buah jambu yang mangkal, matang dan terlalu matang.

Puput menambahkan keunggulan inovasi mereka meliputi persepsi kematangan yang terstandarisasi, buah jarang tersentuh tangan sehingga tidak mudah membusuk dan lebih awet. Kesamaan tingkat kematangan merata akibatnya menjaga mutu ketika distribusi ke konsumen dan dapat diperkirakan usia layak konsumsinya serta higienis.

Aisogu terdiri atas sensor warna TCS3200, motor servo, DC motor conveyor, driver motor MOSFET, tombol, Arduino UNO, sensor IR obstacle dan LCD display 16x2. Cara kerjabya,  jambu dimasukkan ke dalam wadah penampungan dan melewati sensor TCS3200 dan sensor IR sebagai controller.

Halaman:

Editor: Achmad Rifki

Terkini

X