Sumber Energi Terbarukan Bakal Jadi Pilihan Utama

- Rabu, 21 April 2021 | 21:52 WIB
(suaramerdeka.com/Agung PW)
(suaramerdeka.com/Agung PW)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Isu penggunaan energi terbarukan terus menggelinding karena semakin tipisnya persediaan energi fosil. Selain itu, penggunaan energi fosil juga berdampak pada lingkungan seperti polusi dan limbah. Saatnya masyarakat mulai beradaptasi dengan penggunaan energi alternatif yakni energi terbarukan yang kelak dapat menjadi pilihan utama.

Hal itu terungkap dalam penyerahan SK Mendikbud tentang pembukaan Program Studi Magister Teknik Kimia Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, kemarin. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V, Prof Didik Achyari menegaskan, penelitian-penelitian berbasis teknik kimia makin jadi perhatian karena keberadaan energi terbarukan menjadi keharusan.

''Di sinilah kata kunci energi terbarukan yang tak lepas dari penelitian berbasis teknik kimia. Pemerintah harus serius memikirkan bahkan memulainya, tak bisa lagi bergantung pada energi fosil. Negara-negara lain juga sudah melakukannya, jangan sampai tertinggal,'' jelas Didik.

Ia mencontohkan banyak perguruan tinggi di berbagai negara melakukan penelitian bersama-sama dengan para ahli kimia. Mereka mencoba membuat energi alternatif misalnya baterai untuk kehidupan sehari-hari mulai dari menjalankan mesin kendaraan, alat rumah tanggah dan lainnya. Ia berharap Indonesia pun melakukan hal yang sama, berlomba-lomba melakukan penelitian energi terbarukan guna mewujudkan kemandirian bangsa.

Banyak Manfaat

Rektor UAD, Dr Muchlas MT menambahkan keberadaan teknik kimia memberi banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Ia minta jajarannya makin sering melakukan penelitian-penelitian yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan manusia.

''Energi terbarukan memang menjadi poin penting karena seluruh umat manusia memerlukannya. ini juga yang kami lakukan melalui berbagai penelitian dan pengabdian masyarakat. Ada banyak penelitian yang sudah kami lakukan dan ke depan akan kami perluas,'' ujar Muchlas.

Ia mengatakan, belum ada kampus swasta di DIY yang memiliki magister teknik kimia. Kampusnya berani melakukan dobrakan karena kebutuhan para akademisi dan praktisi teknik kimia sangat diperlukan. Perkembangan sektor energi yang terus mengalami kemajuan menjadi salah satu pertimbangan pembukaan program tersebut.

Editor: Nugroho

Terkini

X