Tingkatkan Efisiensi Transaksi Pemda, Penggunaan ETPD Terus Didorong

- Rabu, 21 April 2021 | 00:13 WIB
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

SOLO, suaramerdeka.com - Kepala kantor perwakilan Bank Indonesia Solo Nugroho, Joko Prastowo mengatakan, elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD) dapat meningkatkan efisiensi, kemudahan, dan inklusivitas transaksi keuangan pemerintah daerah (pemda).

"Elektronifikasi transaksi pemerintah daerah dapat menjadi modal dasar pertumbuhan ekonomi yang kuat, seimbang, inklusif dan berkelanjutan bagi pemda, kata Joko di sela buka bersama wartawan di Soloraya, kemarin.

Dikatakan, nilai tertinggi Indeks Capaian Elektronifikasi (ICE) Soloraya ditempati Kota Solo. Dari tujuh kota/kabupaten, enam diantaranya telah membentuk Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) dengan penandatanganan SK TP2DD oleh pimpinan daerah.

TP2DD mendorong dan mendukung perluasan program digitalisasi yang diinisiasi Bank Indonesia dan pemerintah daerah.

"Indeks Capaian Elektronifikasi adalah indeks yang digunakan untuk menghitung implementasi elektronifikasi transaksi pendapatan dan belanja melalui berbagai kanal pembayaran, dengan skala nilai 0 sampai 5," tandasnya.

Lebih lanjut Joko mengatakan, perkembangan elektronifikasi Soloraya cukup pesat dengan telah diimplementasikannya program pemerintah daerah dalam penerapan
transaksi non tunai, baik dengan menggunakan tapping maupun QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).

Dikatakan, Bank Indonesia Solo akan terus melakukan sosialisasi guna mencapai target 300.000 merchant QRIS hingga akhir tahun, dari target nasional sebanyak 12 juta merchant.

Menurut dia, jumlah merchant QRIS di Soloraya hingga 26 Maret 2021 mencapai 141.125 merchant. Dari jumlah itu, Kota Surakarta menempati urutan pertama dengan 43.014 merchant, kemudian Sukoharjo 28.254 merchant, Klaten 20.112 merchant, dan Karanganyar 16.653 merchant. Disusul Sragen, Boyolali, dan Wonogiri masing-masing 12.904 merchant, 10.878 merchant, 9.310 merchant.

Pangsa Merchant QRIS di Soloraya meliputi UMKM, transaksi pemda, lokasi wisata, tempat ibadah, rumah sakit, donasi sosial, pasar tradisional, dan lain sebagainya.

Halaman:

Editor: Rosikhan

Tags

Terkini

X