Relaksasi Picu Daya Beli Konsumen Meningkat

- Senin, 19 April 2021 | 22:23 WIB
Foto: SM/Dok
Foto: SM/Dok

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kebijakan pemerintah tentang relaksasi memicu daya beli konsumen meningkat. Beberapa stimulus yang digelontorkan pemerintah Pusat juga Jawa Tengah telah mendorong masyarakat mendapatkan penghasilan yang lebih baik sehingga mempunyai daya beli dengan pola konsumsi yang baik. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah, M Arif Sambodo.

''Kita tahu pada masa pandemi ini untuk pelaku usaha ada relaksasi pajak atau perbankan. Juga dimasyarakat ada bantuan-bantuan yang sifatnya charity,'' papar Kepala Disperindag Jateng M Arif Sambodo, dalam Sosialisasi Perlindungan Konsumen, Konsumen Berdaya Pulihkan Ekonomi Bangsa, dalam rangka Peringatan Hari Konsumen Nasional (Harkonas), secara daring, Senin (19/4).

Lebih lanjut Arif menambahkan, pertumbuhan ekonomi baik nasional maupun regional banyak dipengaruhi komponen pola konsumsi masyarakat. Baik rumah tangga mupun swasta. Saat ini di Jawa Tengah pertumbuhan ekonomi berkontraksi minus 2,6 persen.

''Di angka itu pola distribusi komponen konsumsi paling tinggi yakni 60 persen. Artinya dengan konsumen berdaya diharapkan mampu mendorong pertumbuhan dan memulihkan perekonomian. Dalam memperingati Harkonas Ke-9, kami terus mendorong memberdayaakan konsumen untuk meningkatkan kemampuan mereka berpola konsumsi yang baik dan benar, konsumen mengetahui hak dan kewajibannya juga pelaku usaha atau produsen,'' jelasnya.

Indeks Keberdayaan Konsumen (IKK) di Jateng  ada diangka 40 sampai 60 atau tepatnya di angka 55,6 artinya mampu. Ini terus kita berdayakan hingga angka 60-80 artinya konsumen kritis dan sampai di level berdaya diangka 80-100. Dengan terus memacu program-program pemberdayaan konsumen, dibarengi dengan program standarisasi, tertib niaga, serta pengawasan perdagangan.

''Memang tahun ini pola konsumsi yang berbeda dengan tahun lalu. Perdagangan berbasis digital di Jawa Tengah semakin tumbuh hingga 30 persen. Untuk itu, selain para konsumen diharapkan betul-betul hati-hati dalam memilih e-commerce. Karena UU No 8/Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen belum memasukkan konsumsi perdagangan digital. Masih menunggu pembahasan dan revisi. Juga Disperindag terus melakukan pengawasan terhadap pembiasan e-commerce,'' tegasnya.

Dalam Sosialisasi Perlindungan Konsumen, bertema Konsumen Berdaya Pulihkan Ekonomi Bangsa, dalam rangka Peringatan Hari Konsumen Nasional (Harkonas) secara daring, diikuti lebih dari 100 peserta. Dengan menampilkan narasumber dari  Dinas Perdagangan Kota Semarang, BPSK Kota Magelang  dan UPTD Meterologi legal Kota Semarang.

Kabid Pengendalian Perdagangan dan Stabilitas Harga, Dinas Perdagangan Kota Semarang, S Dilianto, mengatakan ada kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang bulan Ramadan. Terutama pada komoditas cabai merah. Hal ini karena selain faktor cuaca, petani menjual langsung ke tengkulak di Jakarta. Namun cabai diperkiran menurun pada  Minggu ke 3 bulan April ini.

''Dalam menjaga sistem kontrol terhadap harga, distribusi dan pasokan, kami dan instansi terkait seperti Polri, Bulog melakukan monitoring harga bahan pokok baik  pasar tradisional maupun distributor.  Juga sosialisasi mengenai pemahan dan himbauan terhadap pelaku usaha untuk tidak menimbun barang pokok, diwaktu langka. Untuk konsumen memahamkan menghindari keinginan belanja berlebihan lewat tokoh agama atau medsos,'' jelasnya.

Sedangkan Muh Ansori dari BPSK Kota Magelang, lebih sering melakukan penanganan dan penyelesaikan sengketa konsumen melalui konsuliasi, dan mediasi. Karena memang yang ditekankan dalam menyelesaikan sengketa diutamakan penyelesaian mediasi atau kekeluargaan.

''Malah kami banyak terima aduan masyarakat mengenai leasing, yang sebenarnya bukan wilayah kami, itu kewenangan OJK. Namun karena panggilan hati kami bertanggung jawab dan memediasi, dan bisa terselesaikan dengan baik,'' pungkasnya.

Editor: Rosikhan

Tags

Terkini

Prospek Bisnis Antam Dapat Dongkrak Harga Saham

Jumat, 30 Juli 2021 | 14:05 WIB
X