Hendi Bagikan Strategi Bangkitkan Ekonomi Pascapandemi

- Senin, 19 April 2021 | 18:27 WIB
BANGKITKAN EKONOMI : Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat memberikan kuliah umum   kuliah umum di hadapan para praja IPDN di Jatinangor Sumedang, Senin (19/4). (suaramerdeka.com/BBS)
BANGKITKAN EKONOMI : Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat memberikan kuliah umum kuliah umum di hadapan para praja IPDN di Jatinangor Sumedang, Senin (19/4). (suaramerdeka.com/BBS)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pandemi memberikan dampak penurunan ekonomi, tidak terkecuali bagi Kota Semarang yang selama ini bertumpu pada sektor perdagangan dan jasa. Namun saat ini, ekonomi di Kota Semarang pun berangsur-angsur pulih.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi pun diminta membagikan strategi dalam membangkitkan ekonomi saat memberikan kuliah umum di hadapan para praja IPDN di Jatinangor Sumedang, Senin (19/4). Selain Hendi, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa juga dihadirkan.

Acara tersebut juga disiarkan langsung secara daring dan disaksikan para praja IPDN dari berbagai daerah. Seperti IPDN jakarta, IPDN NTP, IPDN Sumatera Barat, IPDN Sulawesi Utara, IPDN Papua, IPDN Kalimantan Barat, dan IPDN Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Resmikan Proyek Pembangunan, Hendi Segera Bangkitkan Sektor Ekonomi

"Startegi membangkitkan ekonimi antara lain, yakni mendesain ulang lagi sektor pariwisata di kota Semarang, sesuai prinsip new normal. Kemudian memfasilitasi terbentuknya pasar sehat di tiap kecamatan. Kami menginisiasi kegiatan ekonomi di tiap kecamatan, mendorong aktivitas adanya pasar sehat UMKM," terang Hendi, terang Hendi.

Baca Juga: Hendi - Ita Fokus Kembangkan Potensi Ekonomi Hadapi Pandemi

Disampaiakannya, pasar tersebut terselenggara di setiap kecamatan di Kota Semarang melalui pembinaan, sehingga ada perputaran ekonomi melalui tumbuhnya UMKM. Namun tetap disertai dengan penerapan protokol kesehatan. Industri kreatif pun tak luput dari perhatian Hendi di mana pihaknya menginisiasi pembuatan sejumlah film dan album kompilasi para musisi.

''Kami meluncurkan 5 film yang dibuat anak-anak muda Semarang, mereka kita beri fasilitas  berupa pembiayaan dengan budget yang terbatas,” kata Hendi.

Diceritakannya, berbekal sekitar Rp 250 juta untuk 5 film tersebut, Hendi menyebut ekosistem ekonomi perfilman di Kota Semarang dapat tumbuh. Peluncurannya film-nya dipilih di bioskop. Jadi bioskop ada penonton. Sineas juga bisa memperoleh pendapatan dari karyanya. Hal serupa juga dirinya lakukan kepada para musisi dan pelaku seni dengan menciptakan album kompilasi yang terdiri dari 40 musisi yang kemudian diperjualbelikan kepada masyarakat.

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

X