Pengembangan Ekonomi Syariah, Wapres Ingatkan Peran Strategis Marketplace

- Senin, 19 April 2021 | 09:12 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com- Pemerintah mendorong perusahaan e-commerce memainkan peran strategis dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Tanah Air. Saat ini pengembangan ekonomi dan keuangan syariah difokuskan pada pengembangan industri produk halal, pengembangan industri keuangan syariah, pengembangan dana sosial syariah, dan pengembangan serta perluasan kegiatan usaha syariah.

“Pemerintah mendorong Tokopedia dan berbagai penyedia layanan e-commerce yang lain juga. Saya lihat Tokopedia ini terbesar dari e-commerce kita, untuk terus berkomitmen dan berinovasi dalam mendukung pengembangan industri halal,” kata Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin saat menerima audiensi Co-Founder dan Vice Chairman Tokopedia Leontinus Alpha Edison melalui konferensi video di Kediaman Resmi Wapres, Jl Diponegoro No 2, Jakarta Pusat.

Dikatakan, fokus pengembangan ekonomi syariah mengacu Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 28 Tahun 2020 tentang Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Untuk itu Tokopedia bisa memainkan peran marketplace dalam membantu mewujudkan Indonesia menjadi produsen produk halal terbesar di dunia.

Baca juga: Pembatasan Sosial, Penjualan e-Commerce Indonesia Meningkat 15,4 Persen

“Peran Tokopedia bukan hanya memasarkan produk halal di dalam negeri tetapi juga di luar negeri, supaya kita menjadi eksportir produk halal terbesar di dunia,” katanya. Selain itu, Tokopedia ikut andil dalam upaya pengembangan dana sosial syariah terutama zakat dan wakaf dengan meningkatkan literasi masyarakat dan mempermudah masyarakat dalam menyalurkan dana sosial syariahnya. “Tokopedia ini bisa menjadi kanal yang andal untuk penyaluran wakaf begitu juga zakat,” ujarnya.

Dalam pengembangan dan perluasan usaha syariah, Wapres berharap Tokopedia berperan dengan memfasilitasi pelaku usaha syariah khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) syariah untuk berjualan secara daring dan memperluas akses pembayaran digital yang sesuai dengan prinsip syariah, serta menjembatani akses pembiayaannya.

“UMKM itu kan biasanya kurang modalnya, kurang pengetahuannya, kurang pemasarannya, dan juga kurang kualitas produknya. Nah bagaimana agar UMKM ini kualitas produknya bagus, permodalannya cukup, kemudian pemasarannya luas, barangkali e-commerce dapat berperan lebih besar,” katanya.

Baca juga: Penjualan Minol via E-Commerce, Ini Beberapa Rekomendasinya

Dalam membangun pengusaha-pengusaha syariah ini, kata Wapres, kita mengembangkan dua program, yaitu membangun pusat-pusat inkubasi di daerah-daerah supaya menumbuhkan pengusaha-pengusaha itu, serta membangun pusat-pusat bisnis syariah (business center) yang nanti mereka bisa berinteraksi secara digital.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Optimis Konsisten, Tren Kiprah Investor Muda Melambung

Minggu, 17 Oktober 2021 | 06:40 WIB

KPR Danamon Raih Properti Indonesia Award 2021

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 19:12 WIB
X