Kejar Ketertinggalan, Jateng Pacu Suplai Gas Industri

- Kamis, 15 April 2021 | 17:36 WIB
BUSINESS GATHERING: Penandatanganan kesepakatan bersama pada Jateng Gas Business Gathering di Hotel Patra Jasa Kota Semarang, Kamis (15/4). (suaramerdeka.com/Hanung Soekendro)
BUSINESS GATHERING: Penandatanganan kesepakatan bersama pada Jateng Gas Business Gathering di Hotel Patra Jasa Kota Semarang, Kamis (15/4). (suaramerdeka.com/Hanung Soekendro)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Pemprov Jateng memacu suplai gas untuk kebutuhan industri. Melihat potensi geografis yang menguntungkan, namun kenyataannya saat ini Jateng masih kalah jauh jika dibandingkan dengan Jabar dan Jatim.

Jika melihat suplai di tiga wilayah tersebut, Jabar bisa mencapai 1.000 mmscfd, Jatim 500 mmscfd dan Jateng hanya berkisar 50 mmscfd saja.

Padahal Jateng yang diapit dua provinsi besar yang kaya pasokan dan pasar gas. Di sisi lain, Jateng sebagai tujuan dari dua pipa transmisi. Yakni pipa Gresik-Semarang (Gresem) dan Cirebon-Semarang (Cisem) dengan kapasitas pipa transmisi masing-masing bisa mencapai 500 mmscfd.

Dirut PT Jateng Petro Energi (JPEN), Muhammad Iqbal mengatakan kebutuhan gas industri di Jateng berkisar 60-an mmscfd. Dipasok dari sejumlah sumber, seperti dari Lapangan Randu Gunting Rembang dan Muria.

Baca Juga: 130 Pelanggan PGN Dapatkan Harga Gas Industri secara Proporsional

“November, masalah shortage (kekurangan gas) di Jateng selesai. Hanya saja masalahnya ada di infrastruktur,” ujar Iqbal usai acara Jateng Gas Business Gathering di Hotel Patra Jasa Kota Semarang, Kamis (15/4).

Hadir Gubernur Ganjar Pranowo, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jateng, Ratna Kawuri dan stakeholder serta pelaku bisnis terkait.
Perlu diketahui JPEN merupakan BUMD milik Pemprov Jateng yang didirikan tahun 2020. JPEN merupakan perusahaan holding yang bertindak sebagai pengendali dan pengelola kegiatan usaha di bidang hulu dan hilir migas, EBT mineral dan jasa penunjang di Jateng.

Iqbal melanjutkan, masalah infrastruktur gas menjadi kendala. Sampai saat ini yang baru terbangun baru sampai di Tambakrejo. Sementara Tambakrejo-Kendal-Batang belum. Padahal Jateng bersiap memasok kebutuhan gas untuk Kawasan Industri Kendal dan Kawasan Industri Terpadu Batang. Infrastruktur itu sebenarnya masuk dalam proyek Cisem, namun 15 tahun belum terealisasi.

“1 April ini diambil pemerintah pusat. Jadi kalau nanti proses approvalnya masih panjang, maka kami (JPEN - PGN) dan mitra juga siap ikut membangun infrastruktur masuk ke kawasan industri,” tandasnya.

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

Kelompok UKM di Sleman Didorong Bentuk Koperasi

Selasa, 26 Oktober 2021 | 15:01 WIB

Hendi Dukung UMKM Naik Kelas Lewat Desain Kemasan

Senin, 25 Oktober 2021 | 17:47 WIB
X