Pelaku UMKM Kota Magelang Penting Kuasai Jaringan

- Selasa, 13 April 2021 | 21:00 WIB
(suaramerdeka.com/Asef Amani)
(suaramerdeka.com/Asef Amani)

MAGELANG, suaramerdeka.com – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai penting belajar tentang jaringan atau networking dengan toko-toko modern berjejaring. Pasalnya, jaringan menjadi kunci penting dalam menjalankan dan mengembangan usaha.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Magelang, dr Muchamad Nur Aziz saat pelatihan UMKM bersama para pakar, termasuk Indomaret di Ruang Adipura Kompleks kantor Wali Kota, belum lama ini. Dia mengatakan, Pemkot mendorong sekaligus memfasilitasi pelaku UMKM untuk memperluas jaringan.

Pelaku UMKM, katanya, perlu sekali belajar tentang jaringan dengan toko-toko modern berjejaring, seperti PT Indomarco Primatama (Indomaret). Perusahaan ini mampu memiliki branding, dengan jaringan lebih dari 18.000 toko di seluruh Indonesia.

“Pelaku UMKM bisa belajar dari mereka. Terutama terkait jaringannya. Kita kalau menang dari jaringan, rejeki datang dari jaringan. Sederhana saja, misalnya dari saling tukar nomor HP (antarpelaku UMKM). Itu penting, bisa saling cerita, tukar produk, saling memasarkan dan sebagainya," ujarnya.

Dijelaskannya, salah satu upaya Pemkot Magelang untuk membantu UMKM adalah dengan memberikan fasilitas belajar pelaku UMKM dengan para pakar, termasuk dengan Indomaret ini. Toko modern ini dipilih, karena sudah sukses membuat branding dan jaringan yang luas.

“Toko modern ini hebat, sudah punya branding, warna merah, biru, dan kuning. Punya kajian yang bagus, sebab bisa bersebelahan dengan kompetitor. Kehebatan lainnya jaringan yang dahsyat. Harganya juga lebih murah. Bahkan bisa mengalahkan ritel luar negeri," katanya.

Sang dokter pun meminta para pelaku UMKM untuk benar-benar memanfaatkan berbagai pelatihan yang diberikan oleh Pemkot Magelang, dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

Kepala Disperindag Kota Magelang, Catur Fajar Budi Sumarmo mengungkapkan, pelatihan ini memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM tentang perijinan produksi, pengemasan, dan memasarkan produk UMKM Kota Magelang melalui toko modern berjejaring di Kota Magelang.

“Kegiatan tersebut juga memberikan penilaian atau kurasi kepada produk UMKM Kota Magelang terkait pemenuhan standar yang ditetapkan,” tuturnya yang menyebutkan, pelatihan diikuti 75 UMKM, terdiri dari 64 UMKM makanan dan 11 UMKM makanan basah.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

14 Pilihan Sistem Akuntansi Terbaik untuk Bisnis

Selasa, 7 Desember 2021 | 18:29 WIB

BSN Bikin Etalase Digital Produk UKM Ber-SNI

Jumat, 3 Desember 2021 | 20:25 WIB
X