Anggaran PEN Rp 699,43 Triliun, Lima Program Jadi ‘’Game Changer’’

- Senin, 12 April 2021 | 08:48 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramerdeka.com – Tahun ini  Pemerintah menaikan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 22 persen menjadi Rp 699,43 triliun. Lima program akan diarahkan menjadi game changer, yakni kesehatan Rp 176,30 triliun,  dukungan sosial Rp 157,41 triliun, dukungan UMKM dan korporasi Rp 184,83 triliun, insentif usaha sebesar Rp 58,46 triliun dan Rp 122,44 triliun untuk dukungan program prioritas.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan  Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia bersepakat untuk terus mengoptimalkan kebijakan stimulus untuk menjaga momentum percepatan pemulihan ekonomi yang mulai terlihat.

Sejumlah data ekonomi menunjukkan angka positif yang diyakini menjadi indikator pemulihan ekonomi nasional antara lain angka penjualan kendaraan bermotor, purchasing managers index (PMI), indeks penjualan ritel, indeks keyakinan konsumen, penjualan semen, penjualan ritel dan aktivitas belanja masyarakat.

Baca juga: Menko Airlangga Ajak Media Bersinergi Wujudkan Pemulihan Ekonomi

Komunikasi dan sinergi bersama parlemen, pemerintah daerah, sektor dunia usaha dan industri jasa keuangan akan terus ditingkatkan untuk semakin mengefektifkan program Pemulihan Ekonomi Nasional yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat khususnya yang terdampak dari pelemahan ekonomi akibat Covid 19.

Pada tahun 2021, kerangka pemulihan ekonomi terpusat pada intervensi kesehatan melalui vaksinasi gratis dan disiplin dalam penerapan protokol Covid-19. Kedua survival and recovery kit untuk menjaga kesinambungan bisnis, serta ketiga reformasi struktural melalui UU No 11/2020 tentang UU Cipta Kerja. Selain itu, APBN didesain sebagai upaya untuk kembali mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Menkeu mengatakan Kemenkeu, OJK, dan BI saling mendukung mengingat tidak semua kebijakan bisa dilakukan pemerintah, kadang-kadang melalui saluran di tempatnya sektor keuangan, di mana kemudian OJK memberikan bantuan, dan BI dari sisi sektor moneter.

Baca Juga: Airlangga: Zonasi Risiko Covid-19 RT Diperketat Jelang Ramadan

‘’Dengan kerja bersama ini, kita bisa menahan ekonomi yang kontraksinya sangat dalam dari -5,3 persen menjadi sekarang -2,19 persen di kuartal keempat. Kita berharap di tahun 2021 akselerasi terjadi,” kata Menkeu saat Sarasehan Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Nusa Dua, Bali, Jumat (9/4).

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Pasar Kaliwungu jadi Percontohan Penerapan QRIS

Kamis, 25 November 2021 | 16:49 WIB

Faskes di Tanah Air Bisa Bersaing dengan Negara Maju

Kamis, 25 November 2021 | 14:25 WIB
X