Lebaran, Candi Borobudur dan Prambanan Dibuka

- Senin, 12 April 2021 | 09:36 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pemerintah menerbitkan kebijakan larangan mudik Lebaran mulai 6 - 17 Mei 2021 demi mencegah kasus Covid-19. Kendati ada ketentuan larangan mudik, destinasi wisata Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Ratu Boko tetap buka.

Direktur Utama PT Taman Wisata Candi atau TWC Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Edy Setijono mengatakan akan mematuhi apa pun kebijakan pemerintah. "Kami akan patuhi apa pun keputusan pemerintah, meskipun di satu sisi kami berharap juga ada kelonggaran," ujar Edy saat peluncuran vaksinasi Covid-19 drive thru di Candi Prambanan, Yogyakarta.

Menurut Edy kelonggaran bukan merujuk pada penerapan protokol kesehatan, melainkan kebijakan di sektor pariwisata yang sudah cukup lama terdampak pandemi Covid-19. Selama ini Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Ratu Boko tak berdiri sendiri. ‘’Ada denyut ekosistem pariwisata yang bergantung pada keberlangsungan wisata di Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Ratu Boko,’’ kata Edy.

Baca juga: Dukung Destinasi Candi Borobudur, Kadin Jateng Siapkan Program Sport Tourism

Candi Prambanan misalkan, menjadi magnet ekonomi di kawasan Yogyakarta bagian timur. Begitu Candi Borobudur yang dikelilingi desa wisata serta pelaku UMKM. Semua saling bergantung pada aktivitas wisata di tiga candi besar ini. "Kelonggaran yang kami maksud bagaimana sektor pariwisata tetap menggeliat karena kesadaran masyarakat pada protokol kesehatan sudah terbentuk," kata Edy.

Edy memastikan candi-candi di bawah pengelolaan PT TWC tetap buka meski Pemerintah memberlakukan larangan mudik Lebaran tahun ini. Tujuannya, menjaga denyut wisata dan ekosistem ekonomi di sekitarnya agar pulih. Saat ini kuota kunjungan di Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Ratu Boko masing-masing 3.000 wisatawan setiap hari.

Angka yang sama berlaku hingga libur Lebaran nanti. Kendati sudah dipatok 3.000 wisatawan per hari, jumlah rata-rata kunjungan ke tiga candi ini hanya maksimal 1.000 orang. "Kami akan terus beroperasi agar denyut wisata dan ekonomi di sekitar candi tidak terhenti," kata dia.

Baca juga: Sandiaga Kagumi Kriya Kayu RikRok, Industri Destinasi Super Prioritas Borobudur

Dari sisi operasional, dia melanjutkan, pembatasan jumlah wisatawan ini memicu kerugian. Namun demikian akan lebih merugi lagi apabila wisata candi tutup sama sekali, terutama mengorbankan pelaku usaha pariwisata di sekitarnya.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

KPR Danamon Raih Properti Indonesia Award 2021

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 19:12 WIB

Mitra10 Ekspansi Gerai Ke-41 di Semarang

Jumat, 15 Oktober 2021 | 09:24 WIB
X