Usaha Nonmikro Masih Banyak Gunakan Elpiji Subsidi, Kuota Makin Terkuras

- Senin, 12 April 2021 | 08:24 WIB
Foto: suaramerdeka.com / Cun Cahya
Foto: suaramerdeka.com / Cun Cahya

SEMARANG, suaramerdeka.com - Temuan 59 tabung LPG subsidi 3 kg dari satu tempat usaha rumah makan dan dua tempat usaha jasa pencucian atau laundry makin menguras kuota bagi rumah tangga tidak mampu dan usaha mikro di wilayah Kota Semarang. Sesuai dengan Peraturan Presiden No. 104 tahun 2007 dan Peraturan Menteri ESDM no.26 tahun 2009, usaha yang diperbolehkan menggunakan LPG 3 kg bersubsidi hanya usaha mikro, bukan untuk usaha kecil, menengah dan besar.

"Dari temuan tersebut diketahui rata-rata total lebih dari 400 tabung digunakan setiap bulannya atau setara dengan 1,2 Metric Ton (MT)," ujar Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah, Brasto Galih Nugroho, akhir pekan lalu.

Temuan ini diperoleh dari inspeksi mendadak (sidak) LPG subisidi 3 kg di beberapa tempat usaha yang diselenggarakan jajaran Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Semarang bersama Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah, Polrestabes Semarang, Dewan Pengurus Cabang Hiswana Kota Semarang dan Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Kota Semarang.

Brasto menambahkan, pihaknya langsung menukar tabung LPG dari ukuran 3kg dengan LPG ukuran 5,5 kg non subsidi yakni Bright Gas. Dari sidak tersebut Pertamina dapat menyelamatkan kuota subsidi bagi rumah tangga tidak mampu dan usaha mikro sebanyak 401 tabung LPG 3 kg. "Kami mengajak masyarakat untuk terus mengawasi pendistribusian LPG bersubsidi yang beredar agar tepat sasaran," imbuhnya.

Editor: Andika

Tags

Terkini

BSN Bikin Etalase Digital Produk UKM Ber-SNI

Jumat, 3 Desember 2021 | 20:25 WIB

Program BI Religi Bantu Percepatan Vaksinasi Covid-19

Jumat, 3 Desember 2021 | 08:12 WIB
X