Banyak Lulusan SBM ITB Berkeinginan Terjun ke Wirausaha

- Sabtu, 10 April 2021 | 15:27 WIB
Foto dokumentasi
Foto dokumentasi

BANDUNG, suaramerdeka.com - Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan Sekolah Bisnis Manajemen (SBM) ITB, diketahui bahwa 58,97 persen wisudawan program Master and Business Administration, mendapat pekerjaan dalam waktu satu bulan.

Bahkan, di MBA Kampus Jakarta, jumlah alumni yang mendapat pekerjaan dalam satu bulan mencapai 61.7 persen. Selain itu, banyak dari lulusan yang ingin menjadi entrepreneur.

"Para wisudawan dari berbagai program, sebanyak 50 persen di antaranya termotivasi menjadi wirausaha," kata Dekan SBM ITB Utomo Sarjono Putro dalam keterangannya di sela-sela selebrasi syukuran wisuda 498 orang dari program sarjana, magister dan doktor secara daring, Sabtu (10/4).

Baca Juga:  SBM ITB Ditunjuk Sebagai Pusat Riset bidang Investasi Syariah

Selain itu, SBM ITB juga mengadakan survei untuk mengetahui persepsi pemberi kerja terhadap pekerja dari lulusan SBM ITB. Hasilnya, mayoritas pemberi kerja puas terhadap kinerja lulusan SBM ITB. Hal itu menunjukan bahwa alumni memiliki kinerja yang baik. Pemberi kerja juga menilai lulusan SBM ITB mempunyai kemampuan kepemimpunan, inovasi, kewirausahaan dan kesadaran sosial yang baik.

Baca Juga: SBM ITB Luncurkan Pusat Penelitian Kebijakan dan Manajemen Publik

Dari 498 wisudawan itu, sebanyak 117 wisudawan di antaranya berhasil mencapai cumlaude. Selain itu, terdapat wisudawan yang memperoleh gelar ganda atau double degree dari Universitas yang bekerja sama dengan SBM ITB, yakni AAALTO University, Finland.

Di luar itu, terdapat lima orang mahasiswa asing dari Korea Selatan dan China yang juga turut diwisuda. Kemudian tiga lulusan Doktor Sains Manajemen, satu di antaranya mampu mempublikasikan karya pada jurnal bereputasi Scopus Q1 dan satu orang berhasil menyelesaikan studi S3 dalam waktu kurang dari tiga tahun.

Wisudawan dari program sarjana juga ikut menorehkan pencapainnya. Beberapa wisudawan berprestasi pada level nasional setelah mengikuti lomba L'Oreal Brandstorm 2019, Allianz Indonesia Masterclass 2020, dan the 2019 international Unilever Future Leaders' League. Di luar itu, Utomo meminta mereka untuk terus mengasah diri. "Kompetensi yang semakin meningkat akan menjadi bagian dalam memberikan solusi dari permasalahan negeri," katanya.

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

X