Penyaluran KPR DP Nol Persen Digenjot

- Kamis, 8 April 2021 | 06:15 WIB
PERWAKILAN SMF : Manajemen BPR Arto Moro berfoto bersama dengan perwakilan Sarana Multigriya Finansial (Persero). (suaramerdeka.com / dok)
PERWAKILAN SMF : Manajemen BPR Arto Moro berfoto bersama dengan perwakilan Sarana Multigriya Finansial (Persero). (suaramerdeka.com / dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Masyarakat menyambut baik kebijakan relaksasi Bank Indonesia (BI) atas rasio loan to value/financing to value (LTV/FTV) untuk kredit pembiayaan properti maksimal 100 persen, mulai 1 Maret-31 Desember 2021. Dampaknya, masyarakat bisa mendapatkan kredit pemilikan rumah (KPR) tanpa uang muka atau down payment (DP) nol persen.

Dengan relaksasi rasio LTV, seluruh pembiayaan properti yang dibeli konsumen dengan memanfaatkan fasilitas KPR ditanggung oleh perbankan. Meskipun kebijakan tersebut sangat positif untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional, keberhasilan program sangat ditentukan strategi ekspansi penyaluran kredit masing-masing jasa perbankan.

Direktur Utama BPR Arto Moro, Darmawan SSos mengatakan, meski pihaknya menyambut baik kebijakan itu, akan tetapi dalam melakukan proses persetujuan kredit, prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko tetap menjadi faktor utama yang dipertimbangkan.

"Kebijakan DP nol persen memang memberi ruang kepada kami untuk bisa lebih menggenjot penyaluran KPR. Tahun ini, kami menargetkan pertumbuhan kredit KPR sebesar 20 persen dari total pertumbuhan kredit sebesar 60 persen," tutur Darmawan. 

Untuk mencapai target tersebut, pihaknya menyiapkan serangkaian strategi. Selain menggenjot strategi marketing di sektor hulu, juga memperkuat sektor hilir yaitu penyediaan sumber dana pembiayaan KPR. BPR Arto Moro berencana menggandeng PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF.

SMF merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Kementerian Keuangan yang mengemban tugas sebagai special misson vehicle untuk membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan. Tahap awal sinergi direalisasikan melalui penandatanganan Perjanjian Induk Kerja sama (PIK) antara SMF dengan BPR Arto Moro yang kemudian diikuti dengan kunjungan lanjutan tim SMF ke kantor pusat BPR Arto Moro.

"Ini baru tahap pertama dari serangkaian proses yang harus kami jalani sebelum nanti akhirnya kami dapat menyalurkan pembiayaan KPR dari SMF. Kami akan menjawab kepercayaan ini dengan bekerja keras menyiapkan segala hal terkait kredit KPR sehingga tujuan yang ditetapkan dapat tercapai," tutur Darmawan

Editor: Andika

Tags

Terkini

X