Konsumen Optimistis Kondisi Perekonomian Jawa Tengah

- Rabu, 7 April 2021 | 14:27 WIB
Foto dokumentasi
Foto dokumentasi

SEMARANG, suaramerdeka.com - Bank Indonesia Jawa Tengah mencatat dari hasil Survei Konsumen Bank Indonesia pada Maret 2021 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi perekonomian Jawa Tengah berada pada level optimis (>100).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Pribadi Santoso mengatakan optimisme ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang sudah kembali ke level optimis yaitu sebesar 108,53 pada Maret 2021, lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 94,89.

"Optimisme tersebut didukung oleh keyakinan responden terhadap perbaikan perekonomian ke depan, seiring dengan prakiraan meredanya pandemi Covid-19 dan kegiatan vaksinasi yang saat ini sudah mulai dilakukan," katanya, Rabu 7 April 2021.

Baca Juga: Mobilitas dan Keyakinan Konsumen Mulai Pulih, Walau Kasus Covid-19 Meningkat

Pribadi menambahkan jika dilihat dari komponen pembentuknya, keyakinan responden terhadap peningkatan penghasilan kedepan tetap berada pada level yang tinggi dengan indeks ekspektasi penghasilan konsumen sebesar 141,10.

Sebanyak 49,57 persen responden memperkirakan kenaikan penghasilan 6 bulan mendatang dibandingkan saat ini dan 42,29 persen menyatakan stabil.

Baca Juga: Optimis, Keyakinan Konsumen Akan Perekonomian Jateng

Lebih lanjut, konsumen memperkirakan ketersediaan lapangan kerja akan meningkat sejalan dengan kegiatan usaha yang membaik. Demikian pula untuk responden yang menyatakan kegiatan usaha kedepan akan membaik sebesar 57,43 persen dan stabil 21,86 persen.

Sementara itu jika dilihat dari persentase penggunaan penghasilan responden, sebesar 63,78 persen digunakan untuk kebutuhan konsumsi, 15,19 persen untuk pembayaran cicilan/pinjaman, dan 21,03 persen untuk tabungan.

Pesimisme responden terhadap kondisi perekonomian saat ini juga terkonfirmasi dari penyaluran kredit perbankan. Kredit konsumsi, sebagai salah satu indikator daya beli sektor rumah tangga mengalami penurunan dari -0,03 persen (yoy) pada Januari 2021 menjadi -0,73 persen (yoy) pada Februari 2021.

Berdasarkan dari jenisnya, kredit kendaraan bermotor (KKB) mengalami penurunan dari -25,90 persen (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi -28,00 persen (yoy).

Perlambatan juga terjadi pada kredit perumahan (KPR) dari 1,29 persen (yoy) pada Januari 2021 menjadi 1,27 persen (yoy) pada Februari 2021, demikian pula kredit multiguna terpantau tumbuh melambat dari 5,79 persen (yoy) menjadi 5,30 persen (yoy).

Sementara itu, ditinjau dari kredit sektor produktif sebagai indikator tingkat penghasilan penyediaan lapangan kerja bagi sektor rumah tangga, tercatat mengalami perlambatan dari 2,68 persen (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 2,29 persen (yoy), dimana kredit investasi mengalami perlambatan dari 17,75 persen (yoy) menjadi 16,22 persen (yoy), sementara kredit modal kerja masih mengalami penurunan dari -2,37 persen (yoy) menjadi -2,38 persen (yoy).

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

Jelang PON, Stok Ikan dan Daging di Merauke Mencukupi

Rabu, 29 September 2021 | 08:24 WIB

Go Digital, Milenial Bisa Selamatkan UMKM

Selasa, 28 September 2021 | 14:31 WIB

Terhimpit Pandemi, Capaian Pajak Hiburan di Sleman Rendah

Selasa, 28 September 2021 | 14:13 WIB

Harga Telur Anjlok, Peternak Sebut Ada 3 Faktor Penyebab

Senin, 27 September 2021 | 16:00 WIB

Sinergi Hippindo dan Kadin Jawa Tengah Serap Produk UMKM

Senin, 27 September 2021 | 13:29 WIB
X