Percepat Digitalisasi Keuangan, TP2DD Sragen Dikukuhkan

- Selasa, 6 April 2021 | 23:30 WIB
(suaramerdeka.com/Langgeng Widodo)
(suaramerdeka.com/Langgeng Widodo)

SOLO, suaramerdeka.com - Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Sragen dikukuhkan Bank Indonesia Solo bersama Pemkab setempat. Pengukuhan oleh Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati selaku Ketua berdasarkan Surat Keputusan Bupati No: 800/106/003/2021 tanggal 19 Maret 2021, dilaksanakan setelah pembukaan Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2021, Senin, 5 April 2021 di Ruang Sukowati, Kabupaten Sragen.

TP2DD merupakan wadah penguatan koordinasi dan harmonisasi kebijakan dalam rangka mempercepat dan memperluas kegiatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah (ETP) daerah, dengan cakupan transaksi pemerintah (Government to Government/G2G), industri (Government to Business/G2B), dan masyarakat (Government to Citizen/G2C).

"Dengan pengukuhan ini, maka TP2DD dapat menjalankan amanahnya dalam mendorong akselerasi digitalisasi di daerah khususnya sektor ekonomi dan keuangan di kabupaten ini," kata kepala perwakilan BI Solo Nugroho Joko Prastowo dalam siaran pers yang diterima suaramerdeka.com, Selasa, 6 April 2021.

Sampai saat ini, sejumlah kebijakan ETP telah diimplementasikan di Kabupaten Sragen. Antara lain, elektronifikasi sembilan pajak daerah diatur dalam Perbup No.81/2017, e-retribusi pasar tradisional seperti Pasar Bunder dan Pasar Sragen, e-SPBU untuk semua kendaraan dinas OPD, Sistem Keuangan Desa (SisKEuDes) menggunakan transaksi nontunai, dan pembayaran pajak daerah.

Dengan terbentuknya TP2DD, upaya implementasi ETP di daerah yang telah berjalan, ke depan dapat menjadi lebih baik lagi dalam percepatan dan perluasannya serta dapat terkoordinir dan terdokumentasi dengan baik.

Ke depan, Bank Indonesia Solo akan terus berkoordinasi dengan pemda di Soloraya melalui TP2DD guna mendukung digitalisasi transaksi pemerintah, baik dari sisi penerimaan maupun pengeluaran, yang kemudian akan berdampak pada peningkatan potensi penerimaan asi daerah (PAD).

"Terlebih, masih meluasnya covid-19 menjadi salah satu momentum pendorong urgensi ETP guna memberi fasilitasi alternatif pembayaran non tunai yang tentunya lebih cepat, mudah, murah, aman, dan handal," jelas Joko.

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Dinkop Nyatakan Koperasi Tekad UPGRIS Kategori Sehat!

Jumat, 3 Februari 2023 | 16:19 WIB
X