Perempuan Harus Cerdas dan Kritis Gunakan Gadget

Nugroho
- Selasa, 6 April 2021 | 23:00 WIB
(suaramerdeka.com/dok)
(suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Perempuan harus cerdas dan kritis menggunakan gadget karena dengan pesatnya kemajuan teknologi memungkinkan individu mampu menggenggam dunia hanya melalui genggaman tangan. Bagi wanita karir alat komunikasi itu sangat menunjang karirnya, sedang untuk ibu rumah tangga memberi peluang mengakses dunia mengikuti perkembangan zaman.

Untuk bisnis, menambah kemampuan memasak, belanja dan sebagainya. Namun begitu sisi negatif juga harus diperhatikan, karena hanya karena main jari di media sosial, bisa menjadi petaka jika tidak hati-hati. Kemajuan teknologi sering disalahgunakan untuk melakukan tindak kejahatan melalui dunia maya yang disebut Cyber crime. Karenanya perlu  memberikan pemahaman terkait literasi media sosial terhadap lingkungan sekitar.

Demikian dikatakan oleh Dr Arri Handayani SPsi MSi dalam webinar Perlindungan Perempuan dari Bahaya Gadged dalam Perspektif Hukum dan Psiokologi, Selasa, 6 April 2021. Kerja bareng Pemkot Semarang dan Universitas PGRI Semarang memperingati hari jadi Kota Semarang ke - 474 dan Hari Kartini.
 
Tips diberikan oleh ketua Forum Kesetaraan Keadilan Gender (FKKG) kota Semarang itu agar terhindar dari kejahatan cyber antara lain , perempuan perlu belajar mengelola emosi , tidak menyalahgunakan gadget yang justru bisa menjadi bumerang bagi diri sendiri. "Tidak sembarangan memberikan info pribadi. Dalam menanggapi komentar, fokus pada masalah, tidak menyerang orangnya," jelasnya.

Kejahatan Komputer

Sementara itu Broto Hastono SH MH menjelaskan yang dimaksud dengan cyber crime adalah kejahatan komputer yang ditujukan kepada sistem atau jaringan komputer,  menggunakan media elektronik internet. "Cyber Crime merupakan  tindak kejahatan di dunia alam maya, yang dianggap bertentangan atau melawan undang-undang yang berlaku," kata Broto.

Ditambahkan oleh ketua DPC Peradi Kota Semarang itu,jenis kejahatan yang masuk cyber crime antara lain teroris internet, cyberpornography termasuk pornografi anak, Cyber Harrasment  yaitu pelecehan seksual melalui email, website atau chat program, menjelek-jelekkan seseorang dengan menggunakan identitas seseorang yang telah dicuri sehingga menimbulkan kesan buruk terhadap orang tersebut.

"Penipuan dengan ciri  mendapatkan informasi kata sandi dan kartu kredit, dengan menyamar sebagai orang atau bisnis yang terpercaya dalam sebuah komunikasi elektronik resmi, seperti e-mail atau pesan instan," jelasnya.

Advokad itu juga menjelaskan tentang cyber bullying atau perundungan dunia maya yang banyak dialami oleh remaja. Mengutip Wikipedia yang dimaksud dengan cyber bullying segala  bentuk kekerasan  seperti diejek, dihina, diintimidasi, atau dipermalukan yang dialami anak - remaja dan dilakukan teman seusia mereka melalui dunia cyber atau internet,teknologi digital atau telepon seluler.

Belum Dewasa

Halaman:

Editor: Nugroho

Terkini

X